Lihat ke Halaman Asli

Elviza Diana

Penjelajah kata

Empat Langkah Memaafkan Luka Masa Lalu

Diperbarui: 22 Mei 2020   23:24

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Dokumen pribadi

Luka dan masa lalu dua hal yang sulit dilupakan. Masa lalu apapun itu baik dan buruknya adalah bagian dari cerita hidup. Pun dengan luka. Tak ada gunanya menyimpan luka masa lalu, selain hanya sesak dan membawa terus luka yang membusuk.

Setiap orang punya masa lalu dan juga luka. Sudahi saja membiarkan terus luka itu menyakiti dan berpengaruh pada apa yang kita lakukan di masa ini dan esok. 

Ada 4 langkah untuk memaafkan di momentum Idul fitri. Kita berhak menang atas rasa marah,dendam dan kecewa. Memang tidak mudah untuk memaafkan masa lalu. Tapi waktu akan membantu mempercepatan proses merawat luka dan menyembuhkannya.

Berikut ada 5 langkah yang harus dilakukan agar mampu memaafkan masa lalu,diantaranya 

1. Ikhlas dan sabar

Percaya  tak ada yang sia-sia dan unfaedah dari semua perjalanan hidup yang dilalui. Semua ujian,cobaan, musibah, kesenangan, kebahagiaan dan kesedihan bagaikan kolase yang silih berganti kita hadapi. Hati yang ikhlas dan sabar menjadi obat untuk menjadikan hari seluas samudera yang mampu menelan semua bagian dari perjalanan hidup.

2. Berubah menjadi lebih baik

Tak ada balas dendam yang paling sadis selain membuat dirimu jauh lebih baik dan berharga dari siapapun yang pernah menyakitimu. Mungkin sedikit benar dengan ungkapan seperti ini. Kita akan kehabisan banyak waktu terus memperbaiki diri kita, daripada mengurusi masa lalu dan menyimpan luka. Perbaiki dirimu, karena dirimu terlalu berharga untuk disakiti, terlalu berharga untuk mendapatkan rasa sakit.

3. Lakukan banyak kebaikan

Percayalah kebaikan akan menghapus rasa sedih. Kebaikan itu menular, dan ketika kita melakukan sebuah kebaikan, kebaikan itu bukan untuk sesiapa tapi seyogyanya milik kita sendiri.  Tak perlu dicemaskan kita akan rugi melakukan kebaikan. Dan itu tidak menguntungkan, kita akan kehabisan materiiil dan moril jika mqelakukan kebaikan.Anggapan itu tidak benar. Kebaikan itu tak akan kemana-mana,dia ada selalu dalam jiwa-jiwa yang menebarkan bibit kebaikan.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline