Lihat ke Halaman Asli

elmiya sari

Guru/ penulis/

Paradigma Baru Kurikulum Merdeka Belajar dalam Membangun Budaya Positif Anak

Diperbarui: 17 Mei 2022   23:45

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Dokpri

PARADIGMA BARU KURIKULUM MERDEKA BELAJAR DALAM MEMBANGUN BUDAYA POSITIF ANAK

ARTIKEL 11

Oleh: Elmiya Sari, S.Pd.

Tantangan Menulis 70 hari PMA

Budaya positif sejatinya harus dimulai dari diri sendiri terlebih dahulu dengan cara merubah mindset. Namun  seringkali kita berpemikiran bahwa kita bisa merubah mindset seseorang dengan cara menghukum, memberi hadiah, atau jika  kedua  cara tersebut tidak berhasil maka kita akan melakukan jurus andalan  yaitu dengan memaksa.

Terdapat beberapa paradigma yang  keliru selama ini yaitu paradigma stimulus respon yang menyatakan bahwa kita bisa mengontrol murid dengan sekehendak hati tanpa memikirkan perasaan serta keinginan murid. Kita sering beranggapan bahwa dengan melakukan kritikan yang dapat menimbulkan rasa bersalah akan menguatkan karakternya. 

Kita selama ini beranggapan bahwa semua penguatan positif adalah cara yang efektif dan bermanfaat. Dan yang lebih ironis lagi kita  beranggapan bahwa orang dewasa dalam hal ini guru dan orang tua memiliki hak untuk memaksa anak-anak. Padahal paradigma stimulus respon bukanlah pilihan yang bijaksana untuk diterapkan.

Berbeda halnya dengan paradigma   teori kontrol yang  mempunyai pandangan yang bijak dalam menghadapi anak

dan orang dewasa.  Paradigma  teori kontrol beranggapan bahwa semestinya kita berusaha memahami pandangan orang lain bukan mengontrol pandangan. Teori kontrol berpendapat bahwa hanya diri kita sendiri yang dapat mengontrol apa yang menjadi prinsip dan nilai diri bukan orang  lain.

Dengan kolaborasi dan konsensus dapat menciptakan pilihan-pilihan baru melalui sharing bersama bukan dengan paksaan ketika bujukan gagal. Teori kontrol menawarkan kemenangan baik bagi diri kita dan orang lain. Karena sejatinya untuk menciptakan budaya disiplin diperlukan cara yang bijaksana. 

Berbicara tentang disiplin, disiplin sendiri berasal dari bahasa Latin, 'disciplina', yang artinya   belajar.  Meurut  Socrates dan  Plato Disiplin diri adalah suatu pemikiran yang membuat orang  menggali potensinya menuju sebuah tujuan, menurut apa yang dihargainya.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline