Lihat ke Halaman Asli

edy mulyadi

Jurnalis, Media Trainer,Konsultan/Praktisi PR

Capres Neolib dan Penghargaan Itu

Diperbarui: 13 Februari 2018   16:48

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ekonomi. Sumber ilustrasi: PEXELS/Caruizp


Oleh Edy Mulyadi*

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (SMI) diberi penghargaan sebagai menteri terbaik dunia di ajang World Government Summit (WGS), di Dubai, Ahad, 11 Februari 2018. Keren? Ya iya dong. Mosok penghargaan kelas dunia kayak gini ga keren…

Di tengah makin seru (dan panasnya?) tahun politik, adalah lazim bagi mereka yang ngebet inign berlaga mulai merapal ajian dan pasang kuda-kuda. Dan, ini berlaku bagi siapa saja. Termasuk Sri. Adalah terlalu naif kalau kita hanya memfokuskan perhatian pada Jokowi, Prabowo, dan Anies Baswedan sebagai calon peserta pertarungan pada 2019.

Jokowi bakal maju lagi, itu hampir pasti. Lha wong bekuasa itu enak. Kalau bisa dua kali, mengapa harus puas dengan sekali saja? Prabowo, mungkin masih pikir-pikir sambil wait and see, melihat perkembangan. Bagaimana dengan Anies? Sejumlah pihak memang mulai menggadang-gadang dia. Tapi sejauh ini, yang bersangkutan belum memberi isyarat apalagi pernyataan yang benderang.

Apakah Sri bakal maju sebagai capres 2019? Mengapa tidak? Siapa yang bisa memastikan perempuan kelahiran Lampung 1962 ini tidak kebelet ikut berlaga? Justru dibandingkan sejumlah nama lainnya, jurus-jurus yang dimainkannya terbilang rapi-jali sekaligus maut dan mematikan.

Duduk manis

Kalau para calon sibuk menggalang kekuatan di tingkat lokal untuk melempangkan jalan sebagai Capres, Sri tidak perlu terlalu repot-repot begitu. Maksudnya, Sri tidak perlu wira-wiri dan belusukan ke gang-gang becek untuk kampanye dan menebar pesona. Dia paham benar, bahwa faktor asing (terutama Barat) selama ini terbukti cukup dominan dalam ‘menentukan’ hadirnya Presiden di negara berkembang. Ya termasuk Indonesia kita inilah.

Tapi, hebatnya Sri, untuk urusan dukungan Barat ini dia juga tidak tidak perlu bersibuk-sibuk ria. Dia cukup duduk manis, sambil mengikuti arahan dalam hal kebijakan yang dikeluarkannya dari sang sutradara. Sudah ada strategi dan program lengkap dengan event organizer yang bekerja untuknya. Kisah penghargaan dari dunia internasional (baca: kalangan investor) yang bertubi-tubi sejak 2006, adalah bagian dari rencana tersebut.

Beberapa penhargaan itu antara lain dinobatkan sebagai Menteri Keuangan terbaik Asia untuk tahun 2006 hingga 2008 oleh Emerging Markets di sela Sidang Tahunan Bank Dunia dan IMF di Singapura . Di tahun yang sama, majalah Euromoney menyebutnya sebagai Euromoney  Finance Minister of the Year. Pada 2007 dan 2008, majalah Emerging Markets memilih Sri Mulyani sebagai Asia's Finance Minister of The Year. Pada 2017, dia diganjar sebagai Menteri Keuangan Terbaik Se-Asia versi Finance Asia. Dana yang teranyar, ya itu tadi, menteri terbaik dunia oleh WGS.

Dengan guyuran penghargaan level regional dan internasional, diharapkan pamor Sri sebagai ekonom yang mumpuni bakal terdongkrak. Ini penting, karena siapa pun tahu, ekonomi merupakan perkara penting yang bakal mengantarkan rakyat pada kesejahteraan. Dan, polesan itu tampaknya menangguk sukses besar. Banyak kalangan, khususnya kalangan pasar, yang jadi gumun alias terkagum-kagum. Kalau sudah begini, diharapkan jalan menuju Istana terbuka lebar.

Disenangi pasar

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline