Lihat ke Halaman Asli

Eddy Mesakh

WNI cinta damai

Melepas Pogba Adalah "Dosa" bagi Setan Merah

Diperbarui: 17 Juni 2019   19:34

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Paul Pogba | Sumber: AFP/Paul Ellies

FANS Manchester United kurang gembira dengan performa Paul Pogba musim lalu. Desakan melepas pemain ini acapkali muncul, terutama ketika United kalah. Performa sang gelandang dinilai tak sesuai banderol. Benarkah? 

Pogba tak pantas mendapat cibiran fans. Dia sejatinya seorang bintang. Hanya belum benar-benar bersinar. Kualitas skuad United dan para pelatih yang menangani lah yang belum mampu mengeluarkan potensi terbaik sang pemain.

Pogba bukan sosok baru di Carrington. Dia sudah di sana sejak berusia 16 tahun. Datang dari klub Prancis, Le Havre, tahun 2009. Tak salah Pogba disebut produk asli akademi United. 

Pogba pernah bermain dalam puluhan pertandingan bersama tim U-18. Ikut mengangkat sejumlah piala bersama tim muda. Menariknya, pelatih United saat ini, Ole Gunnar Solskjaer, pernah melatih Pogba di tim muda. Dalam darahnya mengalir semangat klub ini.

Sempat dipromosikan Sir Alex Ferguson ke tim senior. Sayangnya, tahun 2012, sang pelatih melego murah sang gelandang berpostur 191 cm ini ke Juventus. Mungkin dia kalah bersaing dengan para gelandang top yang dimiliki United ketika itu, seperti Ryan Giggs, Darren Fletcher, Paul Scholes, Michael Carrick, Tom Cleverley, Adnan Januzaj, dll.

Di Italia, Pogba mengeluarkan potensi terbaiknya. Sinarnya berkilau bersama Juventus. Tampil 178 kali, menorehkan 34 gol, dan membantu Si Nyonya Tua menembus final Liga Champions 2015.

United terkesima dan tergiur memakai jasanya. Saat menukangi United, Jose Moruinho memulangkan Pogba ke Old Trafford dengan mahar 89 juta pound (saat itu sekitar Rp 1,5 T). Menjadikannya pemain termahal dunia ketika itu. Asal tahu, MU menjualnya hanya seharga 1,5 juta pound (Rp 25 M) saat melepasnya ke Juventus pada 2012.

Sikap fans United membuka celah bagi Juventus untuk menariknya kembali ke Turin. Jelas, karena Juventus pernah menikmati kualitas seorang Pogba. Mereka sangat ingin menariknya kembali ke Turin. 

Pelatih baru Juventus, Maurizio Sarri, memberi sinyalemen menginginkan Pogba di lini tengah timnya. Dari Spanyol, Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane, juga menyatakan sangat tertarik. Jangan lupa, Juventus dan Real Madrid hanya tertarik mendatangkan pemain terbaik di posisinya.

Tapi tampaknya United enggan melepas sang peraih Piala Dunia 2018 bersama Prancis. Sikap United terlihat label harga 150 juta (Rp 2,4 T) yang disematkan. Bukan hanya itu, United selalu menolak tawaran Real Madrid.

Gelandang terbaik
Jika mampu mempertahankan Pogba, dia akan kembali bersinar di musim 2019/2020 bersama United. Pogba bisa menjadi pusat permainan tim. Asalkan mampu memperkuat lini belakang, Pogba dan sejumlah gelandang anyar bakal menempatkan United sebagai pesaing berat bagi Manchester City dan Liverpool.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline