Lihat ke Halaman Asli

Gobin Dd

TERVERIFIKASI

Orang Biasa

Sentuhan Ralf Rangnick Hadirkan Energi Baru dan Tim Tampil Proaktif

Diperbarui: 7 Desember 2021   11:38

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Pemain Manchester United, Fred merayakan golnya ke gawang Crystal Palace. Foto: Paul Ellis via Kompas.com

Debut perdana Ralf Rangnick sebagai pelatih interim Manchester United (MU) berakhir mulus. Kendati MU menang tipis 1-0  kontra Crystal Palace, MU berhasil menjaga tren positif di 4 pertandingan terakhir. 

Kemenangan ini juga memberikan efek optimisme pada kehadiran Rangnick, sebagai pelatih sementara MU. Sangat sulit dibayangkan jika Rangnick gagal di laga perdana.

Pastinya, Rangnick langsung ditimpah beban kuat. Apalagi pelatih sementara sebelumnya, Michael Carrick berhasil meraih hasil positif dalam 3 laga setelah Ole Gunnar Solksjaer dipecat. Sayangnya, Carrick kemudian undur diri dari MU.

Ketika nama Rangnick keluar sebagai calon kuat pelatih interim MU, nada-nada optimisme muncul di MU. Hal ini disebabkan oleh latar belakang Rangnick. 

Rangnick dikenal sebagai pelopor gaya sepak bola gegenpressing. Gaya gegenpressing ini sementara dihidupi oleh Jurgen Klopp di Liverpool, Thomas Tuchel di Chelsea, dan Julian Nagelsmann di Bayern Munchen.    

Tak berlebihan jika sebagian suporter sudah membayangkan jika Rangnick akan membangun tim yang bisa bermain lebih agresif. 

Namun, Rangnick sendiri mengakui jika butuh waktu untuk menerapkan pola permainan yang cepat dan agresif. Masalahnya, ketika Rangnick tak memiliki stok pemain yang bisa menerjemahkan idenya dengan baik di lapangan. 

Dalam laga kontra Crystal Palace, sentuhan Rangnick terlihat lewat alur permainan MU.  Menggunakan formasi 4-2-2-2, Rangnick mau para pemainnya untuk menekan lawan.

Para pemain MU tampil begitu agresif. Agresivitas ini tak hanya nampak pada pola permainan, tetapi juga terlihat pada pelanggaran yang dilakukan pemain MU. Total 16 pelanggaran yang dilakukan MU sepanjang laga. Artinya, MU mau bermain kotor agar bisa menjaga area dari serangan lawan. 

Lalu, bola juga kerap kali cepat-cepat dialirkan ke lini depan. Marcus Rashford dan Jadon Sancho terlihat aktif mendampingi Ronaldo. Begitu pula Fred dan S. McTominay yang bermain sebagai gelandang bertahan.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline