Lihat ke Halaman Asli

Strategi Sumber Daya Manusia dan Fungsi Pengembangan Sumber Daya Manusia

Diperbarui: 22 Juni 2022   06:07

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilustrasi (source : Pinterest/brit.co)

Apa sih yang dimaksud Strategi Sumber Daya Manusia ?

Strategi Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan kebijakan pengelolaan karyawan yang diintegrasikan dengan strategi organisasi serta digunakan untuk mendorong budaya organisasi, supaya karyawan mempunyai nilai serta jadi sumber unggulan bersaing. Tidak bisa dipungkiri kalau sumber daya manusia memegang peranan bernilai dalam menggapai tujuan organisasi serta realitasnya jika sumber daya manusia jadi pusat atensi pimpinan organisasi guna ditunjukan jadi sumber daya manusia unggul organisasi.

Organisasi ialah sesuatu unit sosial yang dengan sadar mengkoordinir 2 ataupun lebih sumber daya manusia dalam menggapai tujuan yang berkepanjangan. Jadi dalam sesuatu organisasi terdiri dari sumber daya manusia yang bekerja dengan silih ketergantungan lewat interaksi serta koordinasi pola struktur, supaya bisa survive serta bersaing dalam pencapaian tujuannya.

Supaya tiap organisasi bisnis bisa survive serta bersaing pada masa globalisasi, dengan persaingan yang luas serta tajam, hingga dibutuhkan sumber daya manusia yang unggul. Yang diartikan dengan sumber daya manusia yang unggul yakni SDM yang tidak cuma melaksanakan pekeq' aan teratur, namun yang bisa memperlihatkan kinerja berbentuk nilai tambah (value added) kepada organisasi bisnis. Mereka wajib jadi mitra (partners), pemain (players) serta pelopor (pioneers) dalam menghasilkan nilai tambah serta sekalian selaku agen pergantian. Pengelolaan karyawan wajib dicoba lewat proses organisasional yang bisa menguatkan kompetensi orang serta kapabilitas organisasi. Pengelolaan karyawan wajib didesain guna menghasilkan nilai serta hasil- hasil yang bisa membagikan donasi guna strategi organisasi.

Sumber daya manusia merupakan aspek sentral dalam sesuatu organisasi. Apapun wujud dan tujuannya, organisasi terbuat bersumber pada bermacam visi guna kepentingan manusia serta dalam penerapan misinya dikelola serta diurus oleh manusia. Jadi manusia ialah aspek strategis dalam seluruh aktivitas organisasi.

Berikutnya, manajemen sumber daya manusia (MSDM) berarti mengendalikan, mengurus SDM bersumber pada visi industri supaya tujuan organisasi bisa dicapai secara optimum. Serta manajemen sumber daya manusia strategi merupakan sesuatu proses menanggulangi bermacam permasalahan pada ruang lingkup karyawan, manajer serta tenaga kerja yang lain buat bisa mendukung strategi organisasi demi menggapai tujuan yang sudah di tetapkan. Dimana proses mengelola sumber daya manusia strategi merupakan ialah sesuatu prosedur yang berkepanjangan yang bertujuan buat memasok sesuatu organisasi dengan orang- orang yang pas guna ditempatkan pada posisi serta jabatan yang pas pada saat organisasi memerlukannya. Sumber daya manusia strategis dipusatkan pada penyesuaian strategi sumber daya manusia dengan strategi bisnis. Dalam memerankan perihal ini, karyawan bekerja jadi mitra strategis, menolong guna membenarkan keberhasilan strategi bisnis. Dengan penerapan kedudukan ini, karyawan tingkatkan kapasitas bisnisnya guna melakukan strategi. Implementasi strategi bisnis ke dalam penerapan program- program pengelolaan sumber daya manusia diwujudkan karyawan selaku mitra strategis.

Banyak organisasi bisnis disaat ini menampilkan pergantian serta dinamika area yang menuntut organisasi guna menyesuaikan diri. Sehingga kerapkali tiap organisasi dituntut mempunyai keahlian guna membiasakan diri dengan area, tercantum pergantian dalam kebijakan serta pengelolaan karyawan dengan tujuan guna bisa mempertahankan karyawan lewat manajemen pergantian. Hasil dari manajemen pembahan untuk karyawan merupakan pada kapasitas guna berganti. Karyawan selaku rekan bisnis menolong melepas budaya yang lama serta mengadaptasi budaya yang baru. Kedudukan ini diketahui selaku agen perubahan ( change agent). Selaku agen perubahan hingga karyawan wajib bisa meyakinkan kalau pembahan difokuskan guna menghasilkan regu dengan kinerja yang besar, kurangi siklus waktu dalam inovasi, menetapkan penerapan teknologi baru, pengembangan serta mengantarkan dalam waktu yang kilat. Kegiatan dari kedudukan ini merupakan menjamin kapasitas guna pembahan, antara lain dengan mengenali serta menyusun permasalahan, membangun ikatan silih yakin, pemecahan permasalahan, serta membuat dan melakukan rencana aksi.

Karyawan selaku aspek sentral dalam organisasi sepatutnya kedudukannya dirubah terlebih dulu supaya bisa melaksanakan proses pergantian dengan baik. Kedudukan karyawan dalam paradigma lama merupakan cuma selaku aksesoris. Kedudukan tersebut telah tidak sesuai lagi guna keadaan disaat ini. Paradigma barn sumber daya manusia sudah mengggeser kedudukan karyawan yang lama tersebut serta menjadikan karyawan selaku kunci guna memenangkan persaingan, dengan kata lain karyawan pula memiliki kedudukan strategis selaku agen perubahan.

Pendekatan strategi pengelolaan karyawan yang komprehensif guna mengenali, mengevaluasi, meningkatkan serta mengalokasikan SDM yang bertalenta guna menolong aktivitas pencapaian kinerja terbaik dari organisasi. Pendekatan yang bertujuan guna mengenali tentang mutu karyawan semacam apa yang diperlukan untuk bisa menyesuaikan diri dengan cepatnya pergantian area bisnis serta kapabilitas karyawan dalam menunjang tercapainya strategi organisasi dinamakan manajemen talenta. Domain dari manajemen talenta difokuskan tidak cuma pada pengembangan kapasitas intrinsik orang namun pula pada membangun keahlian karyawan selaku mitra strategis serta keahlian mengelola pembahan dalam mempersiapkan elemen- elemen talenta- talenta orang guna dimanifestasikan jadi performance.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline