Lihat ke Halaman Asli

Dewi Puspasari

TERVERIFIKASI

Penulis dan Konsultan TI

7 Film Animasi Terbaik di Tahun 2016

Diperbarui: 4 April 2017   18:29

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Pua dan Hei Hei di Film Moana (dok. IMDB)

Film animasi memiliki basis penonton yang tak kalah banyaknya dengan film live action. Apalagi  penyuka film animasi bukan sebatas anak-anak, melainkan juga kaum dewasa. Pada tahun ini yang menarik disimak adalah perkembangan film animasi dimana pemainnya semakin beragam, meskipun studio animasi Hollywood dan studio Jepang tetaplah mendominasi. Nah, manakah film animasi yang paling saya favoritkan tahun ini?

Film animasi memiliki keunggulan dari segi penyuguhan cerita yang bisa sebebas-bebasnya. Mau tokoh utamanya bertingkah seaneh mungkin atau bertindak berlebihan akan dimaklumi, seperti adegan si tokoh jatuh ke lantai karena begitu terkejut melihat respon atau kelakuan seseorang.  Kisah-kisah fantasi juga umumnya lebih mudah diterima via animasi dibandingkan format live action.

Pada satu dekade silam, film animasi didominasi Hollywood di antaranya dengan Walt Disney, Pixar, DreamWorks, Nickelodeon dan negara Jepang seperti studio Ghibli, ComicWave, Gainax, Madhouse, Toei Animation, dan Sunrise. Namun sejak beberapa tahun terakhir, film kartun dari Eropa, Kanada, dan Cina juga mulai menarik perhatian.

Indonesia dan negara Asia Tenggara seperti Malaysia dan Singapura juga mulai berjibaku membuat film kartun yang berkualitas. Bahkan studio animasi bertaraf internasional bernama RUS Animation Studio telah dibangun di Kudus, Jawa Tengah. Ini berarti pilihan film animasi akan semakin banyak dan beragam.

Meskipun pemainnya semakin banyak, perolehan keuntungan terbesar tahun ini masih didominasi film-film animasi dari studio Hollywood. Dari 10 besar perolehan keuntungan film animasi di seluruh dunia, hanya satu yang berasal dari luar Hollywood, yakni film karya Makoto Shinkai berjudul Kimi no Na wa (Your Name). Kesembilan film animasi lainnya adalah jenis film sekuel dan film segala umur seperti Finding Dory, Zootopia, Kungfu Panda 3, The Angry Birds Movie, Storks, Moana, Trolls, Ice Age: Collision Course, dan The Secret Life of Pets.

Menurutku angka keuntungan tersebut bukan berarti secara kualitas film tersebut lebih unggul. Hal tersebut juga dilatarbelakangi oleh metode promosi dan distribusi film. Kenyataannya memang film animasi Hollywood lebih banyak diberikan tempat di jaringan sinema Indonesia dibandingkan animasi produksi negara lainnya. Anime dari Jepang sendiri yang diputar seingat saya hanya beberapa, seperti Sinchan, Final Fantasy XV, Kimi no Na wa, One Piece, dan Detective Conan. Beberapa film animasi Jepang lainnya ditayangkan terbatas pada ajang festival. Sedangkan animasi dari Eropa atau negara lain juga umumnya diputar di institusi bahasa secara terbatas.  

Dari kesembilan film animasi Hollywood di atas, terlihat bahwa film dengan tokoh dari dunia fauna menjadi tema yang paling banyak dieksplorasi. Ada petualangan ikan Dory, kisah harmonis di negeri satwa Zootopia dengan tokoh utama polisi kelinci, petualangan panda yang kali ini bertemu ayahnya di Kungfu Panda 3, kisah burung pemarah di The Angry Birds Movie, kisah bangau pengantar barang di Storks, para hewan purba di Ice Age: Collision Course, dan kisah anjing kucing di The Secret Life of Pets. Ada lagi kisah audisi hewan bernyanyi di Sing.

Mengapa hewan sering dijadikan tokoh utama di film animasi Hollywood? Hemm apakah mungkin karena  di Amerika banyak pecinta hewan atau karena karakter hewan mudah mengundang simpati dan menarik perhatian anak-anak? Di film Moana juga dimasukkan karakter hewan seperti babi mungil Pua dan ayam ceroboh bernama Hei Hei, akan tetapi sahabat berupa hewan juga merupakan ciri khas dari film puteri Disney.

Tahun ini ada tujuh film animasi produksi Hollywood dan non Hollywood yang saya beri skor delapan dan di atasnya. Bahkan ada beberapa film yang saya beri skor sembilan. Film apa sajakah itu?

Red yang pemarah dalam The Angry Birds Movie (dok. IMDB)

Kisah burung pemarah dalam The Angry Birds menurutku begitu kocak dan menghibur. Saya terbahak-bahak menontonnya dan suka dengan karakter si Red yang mudah marah. Di film ini disuguhkan kisah awal pertemuan para burung yang tak bisa terbang tersebut dengan para babi hijau. Meski ceritanya mudah ditebak, film ini tetap asyik disimak. Saya memberinya skor 8/10.

Kubo and The Two Strings yang memiliki kisah agak rumit dengan visual yang apik (dok. IMDB)

Film Kubo and The Two String batal diputar di bioskop Indonesia, entah apakah alasannya. Padahal film ini memiliki cerita yang menarik berkaitan dengan sihir dan petualangan. Visualisasinya juga menawan dengan konsep motion picture. Kepingan misterinya berserakan dan mungkin agak rumit bagi anak-anak. Film ini lebih cocok ditonton oleh remaja ke atas. Saya memberinya skor 8 /10 dimana lebih unggul dari sisi visualnya dan ceritanya dibandingkan The Angry Birds (ulasan berikut).
Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline