Lihat ke Halaman Asli

Desi Astuti Kurniawan

Guru di SMAN 3 Kota Serang

Merancang Target sebagai Guru Penggerak (Model Refleksi 4 F)

Diperbarui: 23 September 2022   20:19

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Pendidikan. Sumber ilustrasi: PEXELS/McElspeth

Fact (Peristiwa)

Pada saat  mempelajari modul 1.2  yang paling menantang adalah nilai tentang peran dan nilai di mana kita belajar tentang trafesium  usia  dengan menonton video gunung es dan  dan eksalator (cara kerja otak ). 

Filosofi gunung es Jika di ibaratkan dengan anak  bagian atas itu  disebut keterampilan , pendidikan, pengetahuan sedangkan bagian bawah adalah sikap atau karakter. Sifat anak bisa di lihat dari Bahasa tubuh namun ada yang lebih penting yaitu perilaku kita dalam menjalani kehidupan. Ada bagian yang tidak terlihat yaitu pembentukan ahlak/karakter karena proses pembentukan di dalam keluarga sangat berpengaruh  maka kita harus dapat melakukan investasi pembentukan positif di dalam diri anak tersebut  

Kita sebagai guru banyak berperan dalam pembentukan karakter anak Pendidikan Ki Hadjar Dewantara, saya tertarik dengan definisi Pendidikan menurut Ki Hadjar Dewantara, yaitu : Pendidikan adalah menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun setiap anak membawa karakter  masing-masing , sebagai guru 

adalah menunjukan, membingbing  mereka agar muncul sifat-sifat baiknya sehingga dapat terkikis sifat-sifat buruknya .

Guru adalah tukang kebun, yang merawat tumbuhnya nilai-nilai kebaikan di dalam diri murid-muridnya. Guru memiliki kesempatan untuk mengembangkanlingkungan di mana murid berproses menumbuhkan nilai-nilai dirinya tersebut.

Dengan demikian, guru patut mengembangkan lingkungan yang sifatnya fisik(ekstrinsik) dan yang sifatnya psikis (intrinsik).

Filosofi ini sangat terkait dengan kegiatan saya sebagai guru PAI  yang harus bisa memandang setiap anak mempunyai kodrat alam kodrat zaman  yang berbeda sehingga menimbulkan karakter , sifat, sikap dan motivasi yang berbeda berdasarkan lingkungan keluarga dan lingkungan masyarakat di mana anak  berada. Sehingga saya harus observasi dan  memilah informasi kondisi murid  tersebut sehingga akan membedakan perlakuan yang harus diberikan, guru menuntun dari memberikan arahan, bimbingan, melakukan hal-hal yang baik dengan harapan menjadi kebiasaaan  membentuk karakter Profil Pelajar Pancasilan

Feelings (Perasaan)

Ketika mempelajari modul ini benar-benar saya mendapatkan sesuatu yang luar biasa. Bagaimana  manusia tergerak , bergerak  dan menggerakan  atau escalator dan kerja otak .ada dua system cara kerja manusia yaitu cara berpikir cepat dan  lambat . dapat mempengaruhi cara bersikap dan  dalam mengambil keputusan bertindak. memotivasi diri  dengan belajar cara kerja otak  yaitu ada batang otak yang mengelola semua otomasi dan refleksi di tubuh  demi kelangsungan hidup sehingga mampu mengkonversi energy yang di gunakan otak , system limbik (emosi) terlukanya  perasaan jauh lebih sakit dan lama ketimbang luka fisik , dan otak berpikir yaitu berpikir strategis , kreatif dan metakognitif

Disini saya belajar bagaiamana cara mengendalikan emosi pada saat menangani anak yang memerlukan perlakuan khusus,  bagaimana menegur tanpa melukai perasaan anak dan memberikan motivasi agar anak itu tergerak  bergerak dan menggerakan untuk mau merubah menjadi hal yang positif

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline