Lihat ke Halaman Asli

Dennis Baktian Lahagu

Penghuni Bumi ber-KTP

Wajib Melestarikan Hutan Mangrove, Hutan Pereduksi Emisi Karbon

Diperbarui: 16 September 2022   14:43

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Jokowi dan Iriana Jalan Kaki 500 Meter Susuri Hutan Mangrove di Bali/nasional.sindonews.com

Pesisir pantai Pelabuhan Marunda, Cilincing, Jakarta Utara tidak seperti biasanya pagi itu, Rabu 14 September 2022. Beberapa tenda-tenda terpasang. Demikian juga keadaan pantai yang terlihat bersih dan tertata, lain dari hari biasanya. Berkisar puluhan orang berpakaian putih tampak hadir di area itu. 

Dari sebuah baliho besar bertuliskan Penanaman Mangrove dalam rangka Hari Perhubungan Nasional, kita bisa mengetahui kegiatan apa yang berlangsung di area itu. 

Pagi itu sejumlah orang melakukan penanaman 1.000 bibit mangrove sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan dengan memanfaatkan momen Hari Perhubungan Nasional.

PT. Bogasari, Tbk berada dibalik kegiatan penanaman mangrove tersebut dengan menyediakan 1000 bibit mangrove. Wujud dari komitmen sebuah perusahaan besar kepada pemerintah dalam mendukung merehabilitasi lahan mangrove seluas 600.000 ha sampai dengan tahun 2024. Suatu komitmen yang mulia dan patut diapresiasi disaat rasa kepedulian terhadap konservasi lingkungan yang semakin terpinggirkan.

Mangrove secara umum dikenal sebagai tumbuhan dikotil yang hidup pada ekosistem air payau dan air laut dengan kondisi tanah rawa atau berlumpur. Jenis tanaman ini tidak dilindungi dan dapat dibudidayakan. 

Mangrove tumbuh lebat menyerupai hutan di muara-muara sungai atau daerah pertemuan sungai dan laut sehingga sering disebut hutan mangrove. Melihat rilis Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tahun 2021, Indonesia memiliki mangrove seluas 3.364.076 Ha.

Salah satu tumbuhan yang paling banyak menghuni hutan mangrove adalah tanaman bakau (Rhizophora) yang tumbuh baik di media yang digenangi campuran air laut dan juga air tawar. Sehingga orang juga menyebut hutan bakau karena dominannya tanaman bakau.

Hutan mangrove memiliki arti penting bagi kehidupan di muka bumi. Kondisi tempat tumbuh mangrove yang sering mendapat hempasan gelombang air laut membuat tanaman mangrove beradaptasi dengan sistem perakaran yang kuat. 

Disinilah kemudian terbangun ekosistem dimana biota-biota laut seperti ikan dan udang berkembang dengan mempergunakannya sebagai tempat pemijahan telur.

Hutan mangrove dengan perakaran yang kuat menjadi penahan gelombang air laut yang mumpuni. Terjaganya kelestarian hutan mangrove menjadi 'benteng alami' penghadang abrasi pinggir pantai. 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline