Lihat ke Halaman Asli

Erni Purwitosari

TERVERIFIKASI

Wiraswasta

Cara Menghadapi Teman Kerja yang Suka Bergosip

Diperbarui: 25 Mei 2021   06:55

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Picture by pixabay

Memiliki teman banyak itu menyenangkan sekaligus menyebalkan. Senangnya, bisa ngariung bareng. Kemana-mana beramai-ramai. Sedang sedih banyak yang menghibur. 

Namun ada sisi menyebalkannya juga. Namanya watak manusia. Benda-benda. Biarpun sering bersama, tetap saja ada momen kehadiran si teman sungguh menyusahkan hati. Terutama teman yang sering mengeluh dan bergosip.

Kalau mengeluh dan bergosipnya by phone mungkin masih bisalah dihindari. Dengan alasan sibuk atau tidak menerima telepon darinya. Tapi kalau kejadiannya di kantor. Justru teman kerja yang modelnya seperti ini. Alamak, bagaimana mau menghindarinya? 

Saya pernah mengalami hal tersebut. Awalnya risih. Pagi-pagi sudah menghampiri meja kita sambil membawa sarapan dan bercerita segala macam yang dia rasakan. Mulai keluhan masalah di rumah sampai urusan si bos.

Siang hari saat jam istirahat kerja juga seperti itu. Jam pulang kerja pun demikian. Ada saja yang dia bahas. Hal-hal yang menurut saya tak penting. Belum lagi mengeluh urusan rumah. Lama-lama pening juga menghadapi teman seperti ini. Mau menghindar tidak bisa? Setiap hari berjumpa. Satu ruangan pula.

Akhirnya mesti pintar-pintar mencari alasan untuk menghindar. Berikut ini trik yang bisa ditiru. 

- Masuk ruang kerjanya agak dipas waktunya.

Jadi tidak ada kesempatan untuk si teman menghampiri meja kita. Apalagi dengan alasan sarapan bareng. Karena sebentar lagi sudah harus berkutat dengan pekerjaan.

- Saat istirahat siang langsung ngacir dengan alasan ada janji makan siang dengan seseorang

Dengan demikian dia tidak mengikuti kita. Mungkin tidak bisa setiap hari kucing-kucingan seperti ini. Setidaknya tidak setiap hari juga dia menghampiri kita.

- Begitu jam pulang tiba segera berkemas dan langsung keluar.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline