Lihat ke Halaman Asli

Defi Dilalatul Haq

Mahasiswa Ilmu Komunikasi UIN Sunan Kalijaga - 20107030046

Utang Tidur, Memang Bisa Dibayar?

Diperbarui: 5 Juni 2021   08:38

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Sumber: istockphoto.com

Pasti banyak nih di antara kita, terutama para mahasiswa yang sering begadang di malam hari. Entah itu karena mengerjakan tugas, kerja shift malam yang tidak bisa ditawar, atau hanya sekedar menghilangkan rasa bosan dengan bermain game, menonton film atau k-drama, dan lain sebagainya. 

Padahal kita semua sudah paham kalau begadang itu tidak baik untuk kesehatan tubuh kita, bahkan untuk jangka panjangnya. Apalagi, setelah bangun tidur badan kita terasa tidak enak dan cenderung mengantuk.

Nah jika seseorang sudah merasa kurang tidur dan merasa sangat lelah, pasti ia akan berpikir untuk balas dendam dengan tidur seharian keesokan harinya. Kegiatan itu akan terus berulang sampai akhirnya menjadi sebuah kebiasaan sehingga membentuk pola tidur yang buruk. Namun kebiasaan tersebut malah dianggap lumrah oleh masyarakat sebagai upaya untuk membayar 'utang tidur' dari semalam begadang.

Sebenarnya, utang tidur bisa dibayar gak sihh?

Jawabannya, TIDAK BISA.

Kenapa?? Karena apa yang terjadi pada tubuh kita ketika begadang sudah terlanjur terjadi. Dengan menghabiskan tidur seharian atau hibernasi pun tidak akan bisa mengembalikan apapun dari tubuh kita yang sudah terlanjur rusak. Meskipun ngantuknya hilang sih, tetapi hal tersebut tidak menyembuhkan dampak negatif yang ditimbulkan akibat begadang. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, justru yang ada tubuh kita semakin stress dan kualitas tidur semakin buruk.

Berdasarkan penelitian tentang waktu tidur, tubuh manusia memang sudah memiliki kemampuan untuk bisa menyesuaikan juga memulihkan diri dan energi secara bertahap. Misalnya, ketika masih bayi waktu tidur kita bisa sampai 15 jam per hari. Kemudian ketika anak-anak waktu tidur kita menjadi 13 jam per hari, lalu beranjak remaja waktu tidur kita menjadi 10 jam per hari. Hingga akhirnya ketika dewasa, idealnya kebutuhan tidur kita menjadi 7-8 jam per hari.

Intinya, setiap individu mempunyai kebutuhan tidur yang berbeda-beda tentunya, tergantung aktivitas yang dilakukan. Akan tetapi mirisnya, sejak kehidupan manusia tidak bisa lagi diatur oleh siang dan malam, manusia jadi seenaknya tidur dengan alasan yang bermacam-macam tadi. Kebiasaan buruk itulah yang menjadi masalah karena tubuh bisa berontak kapan saja tanpa kita sadari.

Sumber: istockphoto.com

Memenuhi waktu tidur merupakan bagian dari pola hidup sehat. Jika waktu tidur tidak dicukupi, akan menimbulkan berbagai dampak negatif pada tubuh kita. Mulai dari kulit tidak sehat, mengurangi daya nalar dan kemampuan memecahkan masalah serta konsentrasi. 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline