Lihat ke Halaman Asli

Cucum Suminar

TERVERIFIKASI

Kompasianer

Lagu "Sepohon Kayu", Mengingatkan Kita agar Tidak Meninggalkan Salat

Diperbarui: 22 April 2021   11:18

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Salat. | Dokumentasi Pribadi

Walaupun hidup seribu tahun...
Kalau tak sembahyang apa gunanya...

Salah satu lagu religi favorit saya adalah "Sepohon Kayu" yang dinyanyikan oleh grup nasyid Saujana pada tahun 1997, yang kemudian lebih dipopulerkan lagi di Indonesia oleh mendiang Ustadz Jefri Al Buchori. Saya suka sekali dengan lagu ini, selain iramanya yang enak didengar, juga karena makna di setiap lirik lagunya sangat dalam.

Lagu ini mengingatkan kita agar selalu taat kepada Allah SWT. Menjalankan semua perintah-Nya, terutama salat lima waktu. Salat wajib yang merupakan tiang agama (Islam). Amalan utama yang wajib dikerjakan setiap muslim yang berakal sehat dan baligh. Amalan yang akan dihisab pertama kali di hari kiamat kelak.

Sepohon kayu daunnya rimbun...

Lebat bunganya serta buahnya...

Walaupun hidup seribu tahun bila tak sembahyang apa gunanya...

Walaupun hidup seribu tahun bila tak sembahyang apa gunanya.

Bila tidak menjalankan salat, selama apapun hidup tidak akan berguna. Bahkan walaupun hidup hingga 1.000 tahun seperti lirik dalam lagu "Sepohon Kayu". Punya harta banyak, jabatan tinggi juga tak ada manfaatnya bila tidak salat.

Nah, terkadang saat saya malas salat wajib, suka terngiang-ngiang lirik lagu ini. Walaupun hidup seribu tahun... kalau tak sembahyang apa gunanya... akhirnya saya buru-buru salat hehe.

Kami bekerja sehari-hari...

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline