Lihat ke Halaman Asli

Corry LauraJunita

Tsundoku-Cat Slave

Review Buku "Twenty-Four Eyes"

Diperbarui: 12 Mei 2022   11:36

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Cover Buku Twenty-Four Eyes | Dokpri.

Judul              : Twenty-Four Eyes (Dua Belas Pasang Mata)

Penulis          : Sakae Tsuboi

Alih bahasa  : Tanti Lesmana

Desain dan ilustrasi sampul: Martin Dima

Penerbit         : Gramedia Pustaka Utama

Harga               : Rp70.000

Dua belas pasang mata adalah buku yang bercerita mengenai seorang guru dan 12 orang muridnya pada masa perang dunia ke-2. Guru muda tersebut bernama Bu Guru Oishi, yang baru lulus dari sekolah keguruan. Penempatannya di sekolah cabang di tanjung yang terpencil tersebut bisa dianggap sebagai masa pelatihan, kalau tidak bisa disebut masa plonco. 

Masa awal mengajar Bu Oishi tidaklah seindah yang dhiarapkan. Bu Oishi yang datang kesekolah dengan mengendarai sepeda dan menggunakan pakaian bermodel barat dianggap terlalu maju pada zaman itu. "Kemewahan" yang melekat pada guru baru ini, membuatnya dikucilkan. 

Warga desa tidak tahu bahwa sepeda harus dibeli dengan mencicil akibat BU Guru tidak bisa meninggalkan ibunya, dan dia tidak mampu menyewa perahu setiap harinya. Baju yang dimilikinya adalah modifikasi dari kimono Ibunya karena Bu Guru Oishi tidak memiliki baju yang layak untuk mengajar.

Murid baru pada tahun ajaran tersebut berjumlah 12 orang anak. Para orang tua murid ini meragukan kemampuan Bu Guru Oisi, Pak Guru tua yang telah bertaun-tahun mengajar di sana pun tidak begitu bersemangat menyambut kedatangannya.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline