Lihat ke Halaman Asli

Casmudi

TERVERIFIKASI

Seorang bapak dengan satu anak remaja.

Sensasi Ubud di Best Western Kuta Villa

Diperbarui: 16 Desember 2016   20:32

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Menikmati Sensasi Ubud di Best Western Kuta Villa. Dok.pri

Waktu libur telah tiba. Kini saatnya kita menikmati waktu santai di mana bisa menghabiskan waktu bersama keluarga atau sahabat tercinta. Dan, pulau Bali masih menjadi proritas utama sebagai destinasi wisata yang menggiurkan.

Selanjutnya, hal yang perlu diperhatikan saat berlibur ke Bali adalah pilihan tempat menginap yang “recommended” dengan memberikan nilai lebih. Sebagai rujukan, banyak orang yang mengetahui Ubud sebagai kawasan sejuk dan pusatnya seni yang banyak dikunjungi oleh wisatawan baik domestik maupun mancanegara.

Oleh sebab itu, Ubud banyak menjadi incaran destinasi ‘”menginap” karena suasananya yang masih alami. Lantas, bagaimana jika kita menginap di hotel kawasan wisata Kuta yang ramai, tetapi suasana Ubud tetap bisa kita nikmati. Tentunya setiap wisatawan sangat menginginkan suasana tersebut.

Kondisi itulah yang saya coba untuk merasakan sensasi menginap di hotel yang masih menjadi group dari Best Western. Selanjutnya, hotel yang menjadi tujuan menginap adalah Best Western Kuta Villa. Dengan menggunakan fasilitas “Voucher Complimentary”, maka saya semangat banget untuk merasakan seperti apa sensasi Ubud yang ada di hotel tersebut.

Best Western Kuta Villa, tempat yang pas untuk berbagai kegiatan saat liburan atau berbisnis. Dok.pri

Yang menarik ketika saya melakukan check in adalah suasana Natal begitu kental. Pohon Natal yang berhiaskan angpao dan pernik-pernik Natal berdiri tegak di samping kanan meja resepsionis. Karyawan hotel yang sedang bertugas di bagian tersebut menyambut kami dengan ramah. Aksen warna krem dan coklat begitu dominan di kawasan ruang tunggu.

Dan, salah satu dari karyawan resepsionis yang ada mengantar kami hingga ke kamar yang dituju, lantai 2 dengan nomor kamar 2501 yang termasuk kelas Premium dengan ekstra bed. Yang unik dari tempat menginap ini adalah suasana alam dan seni sangat mendominasi di hampir seluruh kawasan hotel.

Meja Resepsionis. Dok,pri

Ketika kita melewati kamar-kamar hotel yang ada di lantai dasar, semua pintu terbuat dengan sistem ukiran. Serasa kita berada di rumah-rumah khas Jawa tempo dulu. Berbagai ukiran yang terbuat dari batu kapur tercetak di beberapa kawasan hotel.

Suasana teduh dan “Ubud” begitu melekat karena lorong-lorong antar kamar hotel yang kami lewati banyak dihiasi dengan pohon Maja yang rasanya sangat pahit sebagai penghias dan peneduh. Bahkan, pohon besar yang buahnya seperti Matoa tumbuh subur di antara lorong-lorong kamar.

Lorong-lorong antar kamar hotel yang berhiaskan tumbuhan maja. Dok.pri

Ketika saya melewati lorong-lorong kamar di lantai dasar ini, saya merasakan seperti villa-villa pribadi yang ada di kawasan Ubud. Rasanya, kesan hotel sepertinya hilang berganti menjadi rumah-rumah pribadi yang saling berdempetan. Tentunya yang membedakan adalah akses masuk kamar yang telah menggunakan teknologi chip kartu magnetik.

Sejenis buah matoa yang tumbuh rindang di antara lorong-lorong antar kamar hotel. Dok.pri

Melewati lorong-lorong kamar bagian lantai 2 yang bertuliskan jelas “Non Smoking Floor” menunjukan itikad baik agar kondisi hotel tetap terjaga keasriannya tanpa diliputi asap rokok yang bisa merusak kesehatan. Dan, lorong-lorong ini dirancang tidak membuat licin saat hembusan daun-daun pohon yang ada di sekitar hotel “mencipratkan” air hujan yang mengenai tangga naik.

Lorong menuju kamar tempat saya menginap, tempatnya paling ujung. Di kawasan ini merupakan “Non Smoking Floor”

Kamar yang Nyaman
Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline