Lihat ke Halaman Asli

Nia Mardiyani

Just a Dandelionia

Positive Vibes Jung Ha Eun Bagian II: Jung Sa Bin untuk Cheon Jong Beom?

Diperbarui: 6 Juni 2020   00:07

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

via hellokpop.com

Setelah tragedi kesalahpahaman dan ruang lingkup kisah cinta rumit menimpa Jung Ha Eun, Gong Ji Cheol, juga Cha Hyung Bin, ketiganya kemudian bereinkarnasi.

Di kehidupan selanjutnya Jung Ha Eun sebagai Jung Sa Bin, dia menjadi sosok gadis cerdas berprofesi sebagai dosen kedokteran yang juga Instruktur Arkeolog untuk meneliti kerangka mayat. 

Jika kehidupan sebelumnya dia dipertemukan dengan sosok Gong Ji Cheol dan Cha Hyung Bin, maka kehidupan berikutnya sosok itu juga melewati keadaan yang sama seperti Jung Ha Eun dahulu. Cheon Jong Beom wujud reinkarnasi dari Gong Ji Cheol dan Cha Hyung Bin dikehidupan selanjutnya bernama Kim Soo Hyuk.

Baik menjadi Jung Ha Eun maupun Jung Sa Bin yang hidup di masa sekarang, positive vibesnya tetap ditunjukkan. Itu terlihat dari bagaimana dia berbincang dengan mayat-mayat dan memperlakukannya dengan cara 'manis'. 

Jung Sa Bin menamainya 'Pak Hei' sebagai wujud penghormatan. "Mereka memang sudah mati, tapi aku merasa terhubung jika melihat bentuk wajahnya." Ujar Jung Sa Bin suatu waktu. 

Temannya memang ahli dalam desain grafis, itu membuatnya bisa dengan mudah mengidentifikasi bentuk wajah mayat. Lebih tepatnya menerka-nerka dari garis tulang di wajah, yang membuat dirinya juga temannya menjadi galau semalaman hanya dari memikirkan wajah asli si mayat.

Hal 'gila' lain dari sosok Jung Sa Bin adalah tentang kedekatannya dengan Cheon Jong Beom yang memiliki tanda-tanda psikopat. Cheon Jong Beom dikehidupannya sekarang dia menjadi seorang mahasiswa kedokteran tingkat dua, menjadi anak didik Jung Sa Bin. 

Cheon Jong Beom sedari kecil seperti terlahir tanpa empati, itu dibuktikan dengan sorot matanya saat melihat orang mati sebagai suatu hal yang wajar. Berhari-hari dengan mayat seorang gadis sewaktu remaja, Cheon Jong Beom justru duduk menunggu keajaiban datang bahwa yang barusan terjun dari atap gedung bangunan bisa bangun dan memilih sembari melukis.

Ada pula adegan dimana Jung Sa Bin menatap lukisan Cheon Jong Beom yang terinspirasi oleh pelukis James Tissot. Lukisan itu menampilkan dua tokoh Cain (Qabil) dan Abel (Habil), membuatku teringat akan tentang tragedi pembunuhan pertama kali terjadi pada umat manusia yang dilakukan oleh Cain (Qabil). Lagi-lagi baik itu Jung Ha Eun maupun Jung Sa Bin membuat cara pandang akan sesuatu menjadi berbeda, lebih open-minded sepertinya.

"Dia pasti sangat ketakutan. Saat itu dia pasti sangat menyesalinya setelah itu, karena dia tahu ayahnya tidak meninggalkannya dan mencintai adiknya,"

"menyesal itu menyakitkan. Rasa rindu, penyesalan, kesedihan, perasaan itu terkadang muncul secara tiba-tiba. Rasa penyesalan adalah perasaan yang hanya bisa dimiliki untuk orang yang dicintai." Cheon Jong Beom mendengar rentetan kalimat yang diutarakan Jung Sa Bin dengan tatapan yang tidak bisa langsung diterima. Jung Sa Bin, tidakkah dia sedang mengungkapkan rasa ibanya pada pembunuh alih-alih yang dibunuh?

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline