Lihat ke Halaman Asli

Sukiman Azmy: Apa Alasannya Tidak Mau Mekar?

Diperbarui: 18 Maret 2018   23:48

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Dokumentasi Pribadi

Dukungan masyarakat ke Calon Bupati Lombok Timur (Lotim) 2018-2023 nomor urut 3 H Sukiman Azmy terus mengalir. Kali ini empat organisasi pemuda, tani, mahasiswa dan perempuan yang tergolong dalam Partai Rakyat Demokratik (PRD), Serikat Tani Nasional (STN), Liga Mahasiswa Nasional Demokrasi (LMND) dan API KARTINI melakukan deklarasi dukungan, Sabtu (17/03/2018), di sebuah lesehan kawasan Sawing, Selong pukul 11.03 WITA.

Di acara yang dihadiri oleh puluhan tokoh masyarakat dan pemuda itu mengusung tema "Pilkada: Platform dan Jalan Kesejahteraan Masyarakat Lombok Timur." 

Dalam pidatonya, Sukiman Azmy yang berpasangan dengan H Rumaksi (SUKMA) itu mengatakan,  bila SUKMA terpilih pada 27 Juni 2018 mendatang, akan melakukan pemekaran di wilayah Lotim bagian selatan menjadi Kabupaten Lombok Selatan.  

"Dengan 5 kabupaten Sumbawa kita lebih banyak penduduk Lombok Timur, dari lima kabupaten di Sumbawa itu. Kenapa kita tidak mau mekar? Apa alasannya tidak mau mekar? Orang kok sudah jadi tiga kabupaten. Kita kok begini-begini, leman jaman laek (dari zaman dulu) . Lekan jaman (dari zaman) merdeka kita begini-begini terus," ujarnya.

Calon yang diusung oleh Golkar, PPP, PDI Perjuangan, Nasdem, Hanura, PKPI dan PBB itu bahwa Lotim harus memiliki visi-misi ke depan yang lebih baik. "Untuk itulah saya mulai pemekaran desa. Target saya 300. Tapi yang tercapai 254. Muara dari pemekaran desa itu adalah pemekaran Lombok Selatan masyarakat kita banyak menderita, banyak melarat," kata mantan Bupati Lotim periode 2008-2013 tersebut.

Sebelum acara, mantan Letnan dan Mayor TNI dan seluruh peserta deklarasi, diminta berdiri oleh pembawa acara menyanyikan lagu Indonesia Raya, Garuda Pancasila dan lagu Darah Juang.

"Saya tahu penderitaan bapak-bapak ibu-ibu saudara sekalian. Untuk itulah 5 program kami, jalan mulus sepanjang jalan, air mengalir sepanjang tahun, listrik menyala sepanjang hari dan rumah yng tidak layak huni menjadi rumah idaman," katanya di saat berpidato.

Selain itu, calon yang mengenakan baju putih lengan panjang itu merespon daerah Lotim bagian selatan yang sering mengalami kekeringan. "Ada yang dari Sekaroh, ada yang dari Jerowaru, prihatin pak.  Ya, dulu zaman saya jadi bupati air mengalir sampai Tanjung Ringgit. Air PDAM. Sampai Sngelong-elong, sampai Meringkek, air itu ada. Sekarang tetes, ndek na arak (tidak ada) sama sekali," katanya sambil menyatakan bahwa lahan di Lombok Timur bagian selatan cukup luas, tapi kekurangan air.

Figur responsif

Ketua STN NTB Andra menilai, H Sukiman Azmy merupakan figure responsif.   "Kan berkali-kali saya ulang. Kita menentukn sikap ke paket SUKMA adalah proses panjang. Kita merumuskan ide dan gagasan kita. Jadi platform bersama dalam deklarasi ini. SUKMA-lah yang paling rsponsif dan menerima ide dan gagasan kita a," ujarnya.

Untuk memenangkan paket SUKMA yang akan memperebutkan suara masyarakat Lotim dengan tiga pasangan calon (Paslon) lainnya, H Khaerul Warisin Wakil Bupati Lotim periode 2013-2018 yang berpasangan dengan H Machsun (HARUM) pada nomor urut 1, Ali Masadi dan Lalu Habibi (ALI-HABIBI) nomor urut 2, H Syamsul Lutfi mantan bupati Lotim periode 2008-2013 yang berpasangan dengan H (FIDDIN) nomor urut 4, menurutnya, tergantung bagaimana ikhtiar. "Jargonnya bilang., ikhtiar tidak akan menghianati hasil. Itu, artinya seberapa besar perjuangan kita (SUKMA nomor urut 3). Titik tekannya bagi kita adalah ide dan gagasan," ujar pemuda yang berambut gondrong tersebut.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline