Lihat ke Halaman Asli

Pentingnya Literasi Digital di Era Society 5.0

Diperbarui: 2 Juni 2022   13:58

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

ilustrasi oleh geralt (https://pixabay.com/images/id-4478141/)

Tak dapat dipungkiri bahwa teknologi mengalami perkembangan yang signifikan. Perkembangan tersebut ditandai dengan munculnya era society 5.0. Pada era ini, dituntut untuk mewujudkan masyarakat yang intelektual, cerdas, dan manusiawi serta mampu berpikiran kritis dan kolaboratif dalam memecahkan suatu masalah. Masyarakat pada era ini dituntut untuk mampu kerja cerdas melakukan aktivitasnya untuk menciptakan berbagai inovasi dan kreativitasnya dalam menghadapi era baru.

Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) masyarakat menjadi peranan yang sangat penting di era society 5.0. Pada era ini juga masyarakat hidup berdampingan dengan banyak varian teknologi informasi baru yang dapat dengan mudahnya dijumpai di sekitar kita. Sehingga hal ini mengharuskan masyarakat dapat mengikuti berbagai perkembangan dan kemajuan segala peradaban pada era ini.

Ditambah dengan adanya pandemi COVID-19 kemarin dapat memacu era society 5.0 bergerak lebih cepat untuk dirasakan oleh masyarakat. Keadaan pandemi memaksa seluruh masyarakat meninggalkan era lama dan beralih menjadi society 5.0. Era society 5.0 merupakan era mengintegrasikan ruang fisik dan maya (cyberspace) dengan tujuan untuk memudahkan berbagai aktivitas masyarakat dalam melakukan pekerjaannya.

Munculnya pandemi COVID-19 mengakibatkan perubahan pola aktivitas masyarakat, yang biasanya aktivitas fisik dilakukan pada ruang fisik kini beralih menjadi aktivitas digital dalam ruang digital. Masyarakat membutuhkan penggunaan teknologi informasi untuk melakukan berbagai aktivitas digital. Sehingga adanya teknologi informasi di era society 5.0 dapat dimanfaatkan secara maksimal hampir oleh seluruh masyarakat pada saat itu.

Masyarakat telah dimanjakan dengan berbagai fitur yang disediakan oleh varian teknologi informasi. Teknologi informasi juga menjadi perantara dalam berinteraksi dan berkomunikasi interpersonal masyarakat yang tak terbatas ruang dan waktu. Kini, teknologi informasi menjadi asisten tersendiri bagi masyarakat untuk mengakses dan memperoleh berbagai informasi di dalamnya. Dengan kemudahan tersebut, tentu akan sangat membantu berbagai aktivitas masyarakat dalam memenuhi kebutuhan akan informasi.

Salah satu contoh teknologi informasi yang banyak digunakan saat ini yaitu smartphone. Cukup dengan menggunakan smartphone yang telah tersambung internet, berbagai informasi yang tersebar dalam dunia maya dapat diakses dan diperoleh dengan mudah secara efektif dan efisien. Selain memperoleh informasi, masyarakat juga dimudahkan dengan fitur memproduksi dan berbagi informasi kepada pengguna lainnya.

Tanpa kita sadari, kemudahan tersebut justru menjadi bumerang tersendiri bagi kita. Kemudahan itu dapat menimbulkan dampak negatif jika tidak digunakan secara bijak. Dampak negatif tersebut yaitu adanya informasi-informasi yang tidak sesuai dengan fakta sebenarnya atau berita palsu yang sering kita sebut HOAX.

Bisa dianalogikan bahwa pada era society 5.0 ini, segala informasi telah berada dalam genggaman kita. Namun, jika tidak digunakan secara benar dan tepat, maka informasi tersebut dapat menjadi istilah "senjata makan tuan". Hal tersebut tidak hanya dapat merugikan diri sendiri, melainkan juga suatu kelompok masyarakat yang luas.

Informasi yang diproduksi oleh berbagai masyarakat maupun lembaga-lembaga resmi ketika telah dibagikan dalam internet maka dapat diakses dengan mudah oleh berbagai masyarakat. Informasi yang dibagikan tersebut dapat mempengaruhi psikologis secara emosi dan perasaan maupun tindakan orang lain. Apa jadinya jika informasi tersebut adalah informasi palsu alias HOAX yang provokatif dengan konten yang menimbulkan ujaran kebencian terhadap suatu individu perorangan, kelompok/masyarakat maupun lembaga pemerintah swasta/non-swasta. Tentu hal tersebut dapat merugikan suatu individu, masyarakat maupun lembaga yang dimuat dalam konten HOAX tersebut. Kerugian dapat berupa materiil maupun non-materiil.

Adanya HOAX di era society 5.0 menjadi hambatan tersendiri bagi masyarakat dalam menelusuri informasi. Hambatan tersebut yaitu sulitnya bagi masyarakat untuk mengidentifikasi informasi HOAX yang terkesan begitu meyakinkan. Sehingga masyarakat dapat terkecoh dengan mudah oleh informasi HOAX tersebut.

Pada saat wabah COVID-19 tahun lalu, banyak HOAX yang bermunculan. Banyak ditemukan HOAX terkait vaksinasi COVID-19 pada saat pandemi kemarin. Beberapa ditemukan menggunakan judul yang provokatif terhadap program vaksinasi. Akibat percaya dengan HOAX yang beredar, sebagian masyarakat menjadi ragu untuk mengikuti program vaksinasi COVID-19. Bahkan, tak sedikit masyarakat yang memberontak terhadap jalannya program vaksinasi COVID-19 yang pada saat itu sedang digalakkannya oleh pemerintah.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline