Lihat ke Halaman Asli

Abahna Gibran

Penulis dan Pembaca

Jangan Pandang Remeh Penyandang Disabilitas

Diperbarui: 19 November 2019   04:24

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilustrasi (Sumber: jawapos.com)

Saya terkejut, sekaligus prihatin mendengar cerita seorang teman.

Pihak pemerintah desa bermaksud memilih pengelola BUMDes (badan usaha milik desa). Untuk itu diadakanlah musyawarah dengan para pemangku kepentingan.

Yang dibutuhkan pemerintah desa, paling tidak adalah orang yang memiliki otak bisnis. Ditambah berwatak jujur, dan memiliki integritas yang tinggi, tentu saja.

Maka peserta rapat pun masing-msing mengusulkan nama-nama. Hanya saja sebagaimana biasanya, mereka lebih cenderung menyodorkan keluarganya yang kebetulan masih menganggur. Tak aneh. Biasalah praktik KKN sisa peninggalan orde baru, masih tetap mengakar kuat.

Tapi tidak semuanya peserta rapat seperti itu. Ada satu dua yang berjiwa reformis. Seperti teman saya itu.

Dia mengusulkan satu nama yang di matanya cocok untuk jadi manajer BUMDes, yang terbentuk secara masif setelah Dana Desa digelontorkan ke desa-desa.

Nama yang diusulkan teman saya itu, selain masih berusia muda, juga selama ini begitu tekun mengelola berbagai usaha miliknya sendiri. Bahkan untuk ukuran desa kami, anak muda itu termasuk pengusaha sukses.

Mendengar nama yang diusulkan teman saya, pihak pemerintah desa malah tertawa. Terkesan menganggap hanyalah sebuah banyolan belaka. Sementara teman saya menanggapi sikap pemerintah desa telah bersikap diskriminatif. Sama sekali tidak melihat prestasinya yang telah diketahui seluruh warga desa selama ini.

Benar, bisa jadi mereka hanya melihat nama yang diusulkan teman saya itu dari penampilannya saja.

Gumilar (25) dikenal sebagai penyandang disabilitas bawaan memang. Namun di balik bicaranya yang gagap, dan cara berjalannya yang sedikit pincang, jika dibandingkan dengan pemuda normal di desanya, bisa jadi nama Gumilar yang akan disebut sebagai pemuda yang sukses dalam bisnisnya.

Sejak sekolah di SMK Gumilar sudah merintis usaha jualan pulsa. Baik pulsa handphone, maupun token listrik. Tak lama kemudian dia pun melebarkan usahanya sebagai penyalur gas. Hingga saat ini, selain dua jenis usahanya tersebut, ia pun merambah usaha sebagai pengecer BBM melalui layanan yang biasa disebut Pom Mini.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline