Lihat ke Halaman Asli

Polusi Udara di Jakarta Semakin Parah, Simak Penyebab dan Upaya Mengatasinya!

Diperbarui: 15 April 2024   18:57

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Gambar 1https://twitter.com/AnggaPutraF

Masyarakat Ibu Kota Jakarta kini dihadapkan dengan masalah serius, yaitu memburuknya kualitas udara. Mendapatkan kualitas udara yang baik adalah aspek vital dalam kehidupan seluruh makhluk hidup termasuk manusia, akan tetapi kualitas udara di Jakarta menunjukan aspek yang mengkhawatirkan akibat pencemaran udara.

Berdasarkan pemantauan dari situs pengukuran Indeks Kualitas Udara (AQI) pada tanggal 14 April 2024 pukul 15.00 WIB, Indeks Kualitas Udara (AQI) di kota Jakarta berada di urutan ke-3 disusul dengan kota Bandung ke-2 dan kota Tangerang Selatan ke-1. Kota Jakarta berada di angka 63 dengan polusi udara PM 2.5 dan nilai konsentrasi polutan 18 mikrogram per meter kubik. Hasil tersebut memiliki penjelasan tingkat kualitas udaranya tidak sehat bagi kelompok sensitif karena dapat merugikan manusia ataupun kelompok hewan yang sensitif. “Tiga-perempat dari dampak polusi udara terhadap angka harapan hidup global berasal dari enam negara, Bangladesh, India, Pakistan, Tiongkok, Nigeria, dan Indonesia, di mana orang-orang kehilangan satu hingga lebih dari enam tahun usia hidup mereka karena udara yang mereka hirup,” kata Michael Greenstone, pendiri riset AQLI bersama rekan-rekannya dari Institut Kebijakan Energi (EPIC) Universitas Chicago dalam laporan yang dirilis pada Selasa (29/8).

Faktor-Faktor Penyebab Polusi Udara di Jakarta

1. Kendaraan Bermotor

Jakarta, sebagai salah satu kota dengan tingkat kepemilikan kendaraan pribadi tertinggi di dunia, setiap tahunnya jumlah kendaraan bermotor meningkat dengan cepat. Dengan makin banyaknya kendaraan di jalan semakin tinggi juga angka kemacetan lalu lintas setiap harinya yang menyebabkan tingginya emisi gas buang dari setiap kendaraan seperti Karbon Monoksida (CO) dan Nitrogen Dioksida (NO2).

2. Kegiatan Industri

Kegiatan industri juga berperan besardalam pencemaran udara di Jakarta. Pertumbuhan industri yang pesat menyebabkan emisi buang dari pabrik-pabrik, sektor manufaktur dan konstruksi, dan fasilitas industri lainnya semakin meningkatkan angka polusi udara di Jakarta.

3. Kondisi Sanitasi yang Buruk

Kondisi sanitasi yang buruk, seperti pengolahn limbah industri dan rumah tangga yang tidak memadai turut menyumbang penyebab polusi udara di Jakarta. Sistem pengolahan dan pembuangan yang tidak baik bisa menghasilkan emisi gas beracun seperti gas metana dan hidrogen sulfida.

4. Pembakaran Limbah

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline