Lihat ke Halaman Asli

Arjuna H T M

Mahasiswa

Cerpen | Lipstiknya Juga Tebal

Diperbarui: 28 Agustus 2019   12:01

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Cerpen. Sumber ilustrasi: Unsplash

Menikmati udara sejuk saat terik matahari membakar seluruh pundak petani dan buruh. Perjalanan menuju desa sigarang garang kali ini tampaknya sedikit mendebarkan jantung dan merisaukan hati.

Sepanjang jalan sebelah kiri hanya ada ladang dan sedikit perumahan sedangkan sebelah kanan yang ada hanyalah sedikit perumahan dan selebihnya adalah ladang.

"Waaaah..." ucap seorang laki laki yang tidak lebih tampan daripada aku, sebut saja namanya Dama.

"Kenapa?" Tanyaku sembari menoleh kekanan agar suaraku kedengaran ketika menjawabku.

"Sejuk, Seru juga kalau ada lewat cewek cantik" jawabnya. Jawabannya memang tampak bercanda, namun isi kepala sesuai dengan candanya barusan. Kemanapun kami pergi bersama, yang rama pikirkan hanyalah wanita, wanita dan wanita.

Tak heran lagi, bila rama mengatakan hal yang berbau wanita. Bahkan pernah saat menuju suatu tempat, pembahasan sepanjang jalan hanya sex.

"Do..." Dama biasanya memanggilku Mayldo.

"Ha.. Apa? ada cewek kau nampak?" tanyaku sedikit tersenyum nakal.

"Bukaaaan, kau ini otak porno aja terus dikepalamu"

"Trus apa, biasanya kan itunya judul hebat darimu" intonasiku sedikit lebih tinggi.

"Ops.. Selloow, ngga usah ngegas kali. Nanti di timpa gas pulak kau yang 3 Kg, kalau beruntung dapat yang 5 Kg. Mau kau?" canda Dama yang tidak lebih ganteng dari aku kali ini sedikit menjengkelkan.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline