Lihat ke Halaman Asli

Pak JK, Ini Alasan "Minoritas" Lebih Kaya dari "Mayoritas" [Bagian-3]

Diperbarui: 2 Juni 2017   17:26

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Kemiskinan dan Pendidikan, sumber gambar : edunews.id

Trilogi Penyebab Kesenjangan Mayoritas dan Minoritas di Indonesia – Bagian 3

Kita memasuki alasan ketiga penyebab kesenjangan “Mayoritas dan “Minoritas”.

Apa itu? Pendidikan!

Kembali ke penyebab-1 DISINI, karena jumlah anak yang “lebih” sesuai dengan finansial, kaum “Minoritas” mempunyai dana yang lebih banyak untuk pendidikan = anak-anaknya bisa sekolah lebih tinggi = bisa mencari pekerjaan lebih baik = otomatis lebih sejahtera.

Berbanding terbalik dengan sebagian besar kaum “Mayoritas”, selain dana tidak mencukupi karena dibagi banyak anak, juga akses buku/pendidikan di pedesaan masih sangat minim.

Pendidikan adalah awal dan akar dari segala masalah dalam suatu bangsa. Dengan pendidikan, rakyat bisa berpikir sendiri, bagaimana bertahan hidup, bagaimana bekerja, dst.

Semakin tinggi pendidikan, semakin sadar berapa anak yang sanggup dihidupi (penyebab-1), semakin sadar hidup harus bermental baja dan sadar bahwa selama ini kita hanya “dikibuli” elite politik kita sendiri (penyebab-2).

Singkatnya, bila ada pendidikan, apapun ras dan agamanya, akan “bisa mencari” akal sendiri untuk mengusahakan kesejahteraan bagi diri dan keluarganya, dimana hasil akhirnya adalah bangsa yang sejahtera.

Tanpa pendidikan, kita hanyalah manusia robot yang menerima subsidi beras, listrik, bbm, dll dari pemerintah, terus menerus bermental meminta-minta dan bergantung kepada “server pengendali” (pemerintah/para elite berkuasa).

Dan tebak, siapa penyebab terpuruk dan minimnya akses pendidikan di Indonesia?

Pernahkah kita bertanya tanya, kenapa Jepang, Korea, bahkan Malaysia/Singapura yang sekitar tahun 1945 kondisinya lebih parah dari Indonesia, sekarang bisa menjadi negara maju dan rakyatnya sebagian besar berpendidikan S1, S2, S3?

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline