Lihat ke Halaman Asli

Veeramalla Anjaiah

TERVERIFIKASI

Wartawan senior

Pemerintah Imran di Pakistan Tunduk pada Tuntutan Radikal dan Teroris

Diperbarui: 18 November 2021   18:48

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Anggota Tehreek-e-Labbaik (TLIP) sedang demo di jalanan di Pakistan. | Sumber: Voice of America via Wikimedia

Oleh Veeramalla Anjaiah

Apakah Anda tahu apa yang terjadi di Pakistan baru-baru ini? Pemerintah Perdana Menteri Imran Khan menyerah kepada radikal agama dan bahkan teroris dengan mencabut larangan terhadap mereka dan membebaskan ribuan penjahat yang dihukum dari penjara.

Pertama, pemerintah Pakistan, pada 11 November lalu, telah menghapus pemimpin radikal agama Saad Hussain Rizvi dari daftar pengawasan terorisme, yang membuka jalan bagi pembebasannya dari penjara.

Siapakah Rizvi?

Rizvi adalah pemimpin Tehreek-e-Labbaik Pakistan (TLP) yang dilarang, yang melakukan protes kekerasan terhadap pemerintah. Sedikitnya 20 orang, termasuk 10 polisi tewas dalam protes tahun ini yang mengganggu beberapa kota besar di Pakistan.

Meskipun TLP bukan organisasi teroris, kekerasan adalah ciri khas utamanya. TLP adalah partai politik Sunni ekstremis, yang memiliki hubungan dekat dengan agen mata-mata Pakistan Inter Services Intelligence (ISI). 

Organisasi tersebut didirikan hanya lima tahun yang lalu dan menjadi terkenal dalam waktu singkat karena ideologi radikalnya yang terutama berfokus pada melindungi undang-undang penistaan agama yang kejam di Pakistan. Mereka memiliki ratusan ribu pendukung.

TLP mengikuti gerakan Barelvi, yang mengikuti praktik sufi. Barelvi adalah saingan utama Deobandisme, yang menghasilkan kelompok teror seperti Taliban di Afghanistan dan Pakistan. 

TLP memulai protes kekerasannya pada tahun 2017 atas publikasi karikatur Nabi Muhammad di Prancis. Mereka menyerukan pengusiran Duta Besar Prancis dari Pakistan. Kecewa dengan pemerintah Pakistan, TLP meluncurkan protes kekerasan pada bulan November 2020 dan April 2021. Pada tanggal 12 April tahun ini Pakistan menangkap pemimpin TLP Rizvi dan pada 15 April pemerintah melarang TLP di bawah Undang-Undang Anti Terorisme 1997.

Para pendukung TLP melakukan demonstrasi yang lebih keras di beberapa kota serta membunuh banyak polisi pada akhir bulan Oktober lalu. Secara mengejutkan, pemerintah Imran membuat kesepakatan rahasia dengan TLP, yang rincian lengkapnya tidak diungkapkan kepada publik hingga hari ini.

Pemerintah Pakistan setuju untuk membebaskan 2,000 anggota TLP dari penjara dan mencabut larangan TLP. Sekarang kelompok radikal ini bisa bersaing dalam pemilu. 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline