Lihat ke Halaman Asli

Anis Contess

TERVERIFIKASI

Penulis, guru

Kompasianival, Terima Kasih Pak Jonan, For No Smoking

Diperbarui: 24 November 2019   18:32

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Anis Hidayatie (doc. pri)

"Demi kenyamanan bersama kami informasikan untuk tidak merokok di dalam Kereta, di toilet maupun di bordes. Bagi penumpang  yang  kedapatan  merokok akan kami turunkan  di Stasiun  terdekat."

Begitu bunyi announce KA Majapahit yang saya tumpangi saat perjalanan menuju Jakarta untuk  mengikuti  Kompasianival yang  akan digelar besok Sabtu malam.  Beberapa  kali suara itu saya dengar,  saya pikir pastilah penumpang  sudah sangat familiar karena  aturan itu juga tertera  di dinding gerbong dalam Kereta  Api.

Anis Hidayatie (doc. Pri)

Ternyata ada juga yang bergeming dengan aturan itu.  Satu  orang  terpaksa diturunkan.  Dia merokok di dekat pintu keluar, membuka pintu.  Hal ini tentu saja mudah terdeteksi. Mengingat  asapnya tercium hingga ruangan gerbong. Maka Polsuska terpaksa menurunkannya di stasiun terdekat. Pekalongan. Dari sebelumnya  Solo.

"Ini harus kami lakukan, selain untuk  menegakkan  aturan juga untuk  menghormati  hak orang  lain.  Yakni mereka yang tidak  merokok."

Begitu jawab polsuska yang berpakaian seragam  full biru dongker tanpa baret  itu. Dia tak mau disebutkan  namanya tetapi membetulkan apa yang saya tanyakan. "Apakah tadi ada yang diturunkan gegara merokok?"

Saya sungguh suka sangat dengan kenyataan  ini.  Kereta  Api berubah drastis  dari transportasi kumuh menjadi  nyaman begini bukan hal mudah.  Pak Jonan berjuang melalui step demi step yang melelahkan untuk hal ini.  Sebagai  pengguna kereta api  selama puluhan  tahun saya tahu betul proses ini.  

Maka ketika  dalam talk show Kompasianival ketika Pak Hanafi berkelakar mengkritisi kebijakan  tidak adanya  ruang untuk  perokok di stasiun, saya dengan serius  memberikan  acungan dua jempol kepada  mantan menteri  perhubungan  yang sangat  mencintai  Kereta Api tersebut. Bersambut,  Ignasius Jonan, melihat saya dari atas panggung. Maka,  dua jempol  pula dia acungkan menyambut milik saya yang duduk tepat di depan panggung. Saya bahagia tentu saja,  itu artinya salah satu hal penting  yang  membuat saya menjadikan Kereta Api sebagai angkutan publik terfavorit bakal terus berlanjut.

Arti jempol saya adalah, pertama  sepakat Pak Jonan,  jangan ada ada ruang merokok di Kereta  Api.  Mayoritas  lelaki Indonesia  perokok.  Bisa dibayangkan, berapa gerbong  yang dibutuhkan  untuk itu.  

Kedua,  mendidik  gaya hidup sehat kepada  masyarakat.  Tidak ada yang menyangkal merokok  merusak kesehatan  bukan?  So,  mengapa  tidak sekalian  kita kampanyekan gaya hidup no smoking dalam masyarakat kita.

Ketiga,  mengajak masyarakat pandai menahan diri untuk  tidak melanggar  aturan. Demi kepentingan  bersama.

Keempat,  memberi  ruang pada hati kita untuk  menumbuhkan  empati. Merasakan hal yang dialami mereka yang bukan perokok.  

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline