Lihat ke Halaman Asli

Andri Pratama Saputra

Seorang yang ingin selalu belajar dan saling berbagi pengetahuan

Ekonomi dan Revolusi Hijau

Diperbarui: 4 Desember 2022   15:33

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Sumber: republika.co.id

Ekonomi hijau bertujuan agar kegiatan tidak mengorbankan keberlangsungan hidup kedepannya yang ekonominya renda karbon, inklusif, dan efisien. Djajadiningrat (2014) mengemukakan ekonomi hijau erat kaitannya dengan revolusi hijau yaitu:

1) Pendekatan zero emission

Pendekatan ini bertujuan untuk menempuh industri agar dapat menjadi nir limbah. Dengan semakin meningkatnya persaingan usaha maka konsep zero inventory menjadi hal yang penting untuk diterapkan dengan mengurangi biaya dan meningkatkan daya saingnya. 

Kemampuan ke arah pembangunan berarti baik masyarakat dan menciptakan peta persaingan. Pembangunan berkelanjutan ini memerlukan pergeseran yang memperhatikan daur hidup dan mengutamakan kebutuhan konsuman. 

Sebuah industri ketika memiliki manajemen yang baik, penggantian bahan yang rutin, penerapan teknologi bersih, pembuatan produk yang lebih bersih, dan penggunaan SDM akan memiliki efisiensi yang tinggi dan mencegah pencemaran. Konsep zero emission meniro konsep yang tidak mengenal limbah dan seluruh bahan baku akan dimanfaatkan secara efisien dan menyeluruh.

2) Pendekatan proaktif

Pendekatan ini mengusahakan agar limbah diolah secara menyeluruh dalam rangka pengendalian pencemaran agar limbah dapat diminimalkan dan bahan dapat efisien. Selanjutnya, dalam revolusi hijau dan kaitannya dengan ekonomi perlu memperhatikan sebagai berikut:

  • Tenaga kerja, memiliki dua mata sisi yaitu harus diperhaikan kompetensinya yang dihadapkan tingkat efisiensi. Oleh sebab itu, industry yang mampu menyeimbangkan tenaga kerja dan mengembangkan kompetensinya akan selalu meningkatan eksistensinya.
  • Modal, merupakan faktor penggerak produktivitas yang menjadi tantanga tersendiri dalam mengelola khususnya dalam rangka meningkatkan produktivitas yang berwawasan lingkungan. Pemanfaatan modal harus selalu dievaluasi agar tepat penggunaannya sesuai dengan tujuan industry.

Ekonomi hijau bukan hanya persoalan lingkungan tetapi juga persoalan bagaimana harmonisasi kegiatan dengan alam yang menjadikan ekonomi terus mengalir, dengan adanya ekonomi hijau memerlukan kreativitas dan pengetahuan yang utuh. Terdapat prinsip ekonomi hijau dalam kaitannya dengan revolusi hijau yaitu:

  • Mengutamakan nilai instrintik dan nilai guna. Prinsip ini adalah bermuara di lingkungan yang pada akhirnya mengalahkan nilai uang sekalipun karena lingkungan adalah segalanya daripada produksi itu sendiri.
  • Mengikuti aliran alam. Maksudnya adalah dalam perjalanan ekonomi tidak bisa melawan alam sehingga sumber daya alam terus dijaga agar tidak terjadi kerusakan lingkungan, uang atau bagaimanapun tidak bisa memanipulasi alam.
  • Pengolahan sampah bukan membuang sampah. Prinsip ini adalah memaksimalkan nilai pada sampah itu sendiri agar dapat kembali digunakan.
  • Rapi dan keberagaman fungsi. Prinsip ini adalah bagaimana mengintegrasikan fungsi dan menjadikannya saling terintegrasi di setiap produksi industri.
  • Keanekaragaman. Dalam perubahan, stabilitas dan kesehatan tergantung dari keanekaragaman seperti jenis tumbuhan, ekosistem,  sosial dan ekologis.
  • Menyesuaikan diri. Setiap masyarakat harus dapat beradaptasi dengan kondisi lingkungan dan tidak bisa melawan lingkungan terlebih lagi dalam industry.
  • Partisipasi dan kreativitas. Prinsip ini membutuhkan partisipasi yang lengkap dalam pengambilan keputusan berdasarkan keilmuan dan data serta kreativitas yang out of the box yang berwawasan lingkungan.

Revolusi hijau berkaitan pemanfaatan energy berkelnjtan yang mendorong pembangunan berkelanjtan yang memanfaatkan energy terbarukan, efisien, dan membudidayakan pola hidup energy. 

Pembangunan revolusi hijau berkelanjutan berarti pembangunan yang memenuhi kebutuhan nasional dengan kebutuhan generasi akan datang. Potensi energy terbarukan dalam revolusi hijau akan berjalan dengan baik jika dikelaola dengan baik dan telah diperhatikan secara jangka panjang bagaimana kelanjutan energy itu sendiri. Hal yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut:

  • Pengendalian pencemaran, yaitu dilakukan dengan kontrol produksi yang ketat dimulai dari penguranga emisi gas industry hingga pengurangan emisi gas.
  • Pengurangan limbah, yaitu bagaimana proses recycling limbah menjadi bahan yang lebih bermanfaat.
  • Tanaman organic, yaitu bagaimana penggunaan dan budidaya tanaman organic dan pengurangan zat kimia tertentu dalam industry.
  • Pengembangan green folio, yaitu penggunaan investasi hijau seperti mutual funds, stocks, bonds, dan money market funds yang memfokuskan investasidan mempertimbangkan efek lingkungannya sehingga tidak mencemarkan lingkungan.

 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline