Lihat ke Halaman Asli

Pemimpin Wanita? Kenapa Tidak!

Diperbarui: 2 Juli 2018   16:16

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilustrasi: Megapolitan kompas

Kepemimpinan perempuan masih menjadi kontroversi di kalangan masyarakat khususnya di Indonesia. Banyak orang yang beranggapan bahwa perempuan tidak layak menjadi pemimpin, karena perempuan selalu dianggap sebagai komponen yang lemah dan tak berdaya. Yang selalu dijadikan subordinat oleh para kaum lelaki di dalam dunia publik. 

Maraknya pelecehan di negeri ini yang menjadikan martabat perempuan di mata publik semakin merendah. Tetapi semua anggapan itu terpatahkan, oleh kemunculan beberapa pemimpin perempuan yang telah membuktikan bahwa pemikiran negatif terhadap wanita itu semuanya tidak benar. Karena perempuan juga bisa menjadi pemimpin yang kuat dan adil.

Beberapa hari yang lalu telah diadakan Pilgub serentak di Jawa Timur, yang telah dimenangkan oleh pasangan Khofifah Indar Parawangsa dan Emil Darak, padahal sebelumnya Khafifah sempat maju dua kali dalam Pilgub Jatim, namun mantan menteri sosial ini tidak pantang menyerah, sejumlah lembaga survei menyatakan bahwa Khafifah dan pasangangan menang dalam versi hitung cepat. 

Perjuangan Khofifah selama ini tidak sia sia, meskipun ia sempat gagal dalam pemilihan sebelumnya, kegigihan dan kesabaranya membuahkan hasil di Pilgub 2018 , kegagalan yang pernah ia alami tidak membuatnya menyurutkan semangat untuk terus mencobanya kembali.

Lain pula dengan wanita yang satu ini, yaitu ibu Tri Rismaharini salah satu wanita tangguh yang berhasil membuat kota nya menjadi kota yang sangat rapi, dan terbebas dari tempat prostitusi terbesar di Asia, yang dijuluki sebagai gang Dolly. 

Ia sukses mengubah Surabaya yang dulunya macet dan terlihat kumuh , menjadi Surabaya yang anti macet, bersih dan tertata rapi, sosok bu Risma sangat lah berpengaruh besar dalam kemajuan Surabaya yang sekarang. Ia berhasil menjadi walikota perempuan untuk yang pertama kalinya memimpin Surabaya, dedikasinya sebagai walikota surabaya sangat lah besar. Kedisiplinan dan kegigihanya membuat Surabaya menjadi sorotan di mata publik. 

Surabaya dikenal banyak orang bahkan di luar Jawa karena kinerja bu Risma yang terkenal disiplin dan berani bertanggung jawab terhadap apa yang dia kerjakan. Walikota yang menjabat sejak 28 September 2010 ini berhasil membuat Surabaya meraih piala adipura selama 3 tahun berturut turut yaitu di tahun 2011,2012 dan 2013. 

Bukan hanya itu di bawah kepemimpinanya Surabaya mendapat penghargaan tingkat Asia-Pasifik yaitu Future Goverment Award 2013  di 2 bidang sekaligus dan membawa Surabaya sebagai kota yang terbaik partisipasinya se-Asia Pasifik pada tahun 2012 versi Citynet. 

Baru baru ini kekuatan bu Risma memimpin kota Surabaya diuji dengan adannya aksi pengeboman di 3 gereja sekaligus yang dilakukan satu keluarga, ia sangat terpukul dengan kejadian tersebut. Passalnya telah memakan 13 korban jiwa , dan salah satunya menjadi tulang punggung keluarga.

Alasan mengapa para perempuan itu bisa terpilih dalam ranah publik? Diera yang sekarang banyak sekali para pemimpin perempuan dan sudah terbukti kinerjanya, khususnya di daerah Jawa Timur sudah banyak perempuan yang menjadi kepala daerah, dan mengapa mereka bisa terpilih? 

Masyarakat indonesia diera sekarang dinilai lebih cerdas dalam menentukan keputusan. Jadi dalam hal tersebut mereka akan mencari tahu terlebih dahulu  latar belakang dari pemimpin yang akan mereka pilih. Didukung oleh tekhnologi, yang memudahkan mereka untuk mencari sumber informasi melalui internet, contohnya media online. 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline