Lihat ke Halaman Asli

Kisruh Jelang 4/11 Tidak Terjadi, Jika...

Diperbarui: 3 November 2016   01:39

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Politik. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Freepik

Kegaduhan Jelang 4/11 Tidak Terjadi (jika):

a.k.a. Behind the scene, secara urutan.

Sifat umum manusianya:

1. Mayoritas kita adalah orang yang lebih suka melihat audio visual dibanding membaca. ( nonton film lebih suka yang versi dubbing / alih bahasa daripada baca teks terjemahannya )

2. Mayoritas kita adalah orang yang lebih suka cara cepat / instant dibanding berproses dahulu. ( ajang pencarian bakat, penipuan penggandaan uang, korupsi sebagai jalan pintas untuk kaya )

3. Mayoritas kita lebih suka membicarakan sesuatu yang buruk daripada membicarakan yang baik. ( sesuatu yang buruk/ merugikan, pasti lebih cepat tersebar gosipnya daripada sesuatu yang baik/ menguntungkan, ciri utama kemunafikan )

4. Mayoritas kita lebih suka meminta daripada memberi, nuntut hak lebih diutamakan daripada menunaikan kewajiban terlebih dahulu. ( prinsip untung rugi lebih diutamakan, balas jasa )

5. Mayoritas kita adalah orang yang egois dan cenderung maunya 'dipandang/ dianggap' sebagai orang yang paling....benar, tahu, berhasil, dll.

Jika kita setidaknya menyadari 3 dari 5 poin diatas, maka mari dilanjutkan ke pokok perkara/ topik permasalahan yang sedang hot, yaitu "Ahok dan Al Maidah51!"

Sejak melanjutkan tugasnya menjadi Gubernur DKI menggantikan Jokowi yang telah menjadi Presiden sejak 2014, Ahok telah diboikot sedemikian rupa dengan berbagai alasan karena Ahok adalah double minus; keturunan cina dan non muslim. Bagi penulis, ini hanya alasan sekundernya, yang primernya adalah karena Ahok tidak bisa diajak kompromi oleh para pejabat, birokrat, dan anggota dewan yang terhormat! Mungkin ini karena kebetulan Ahok bukan orang Jawa yang paham cara 'nge wongke wong'..apalagi ternyata orang yang merasakan 'kekasaran bacot dan sikap keras' Ahok adalah mereka yang justru bermasalah. Sangat bisa dimaklumi, kitapun tentu terkadang bisa hilang kesabaran kalau menghadapi sesuatu yang gak beres dan berulang-ulang terjadi. Mungkin bisa lebih parah lagi kalau penulis yang jadi Ahok.

Dari mereka semua yang bermasalah itu semakin banyaklah jumlah pembenci Ahok, ditambah lagi dengan para pengikut dan sanak keluarga mereka yang tentu ikut merasakan betapa sakitnya hati ini..dibentak, dipecat, diperketat anggarannya dengan e-budgeting sehingga tidak ada 'kangtaw' alias kering kerontang! Namun, itu semua tidak membuat Ahok melunak, bahkan semakin keras..karena bagi Ahok, dia wajib mengawal uang rakyat Jakarta dari tikus-tikus berdasi yang telah berpesta pora selama beberapa dekade di Jakarta. Mau bukti? Coba kita cek n ricek siapa saja mereka yang selama ini selalu berada di kelompok yang gemar 'menyerang' Ahok. 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline