Lihat ke Halaman Asli

Making Teachers 4.0

Diperbarui: 12 Oktober 2018   08:14

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Pendidikan. Sumber ilustrasi: PEXELS/McElspeth

Making Teachers 4.0

 

Ketika menulis tulisan ini saya baru saja membaca dua artikel di sebuah surat kabar. Tulisan pertama memaparkan pentingnya 4 kompetensi yang harus dimiliki oleh guru dalam rangka membekali peserta didik pada tingkat pendidikan dasar dan menengah dengan keterampilan abad ke-21 yakni berpikir kritis, kolaboratif, komunikatif dan kreatif. Sedangkan tulisan kedua mengulas bagaimana mempersiapkan mahasiswa menghadapi era Revolusi Industri 4.0 yang sudah dicanangkan.

Bisa disimpulkan bahwa pendidikan merupakan gerbang atau wadah untuk mempersiapkan generasi penerus untuk memasuki era tersebut. Selain itu, disiratkan bahwa harus terbangun sinkronisasi dan kesinambungan antara pendidikan dasar dan menengah hingga pendidikan tinggi. 

Output yang dihasilkan dari pendidikan dasar akan menjadi input/intake pada pendidikan tingkat menengah, demikian pula menengah ke tinggi dan dari pendidikan tinggi ke dunia kerja. Singkatnya, ada link and match yang dibangun.

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2017 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru menjabarkan dengan jelas keempat kompetensi yang harus dimiliki (dan kembangkan) yakni kompetensi pedagogis, profesional, kepribadian dan  sosial. 

Secara singkat, memiliki kompetensi pedagogis berarti guru akan mampu memahami peserta didik, merancang dan melaksanakan pembelajaran, mengevaluasinya sehingga dapat memaksimalkan potensi peserta didik. 

Kompetensi profesional mengharuskan guru menguasai disiplin ilmu atau bidang studi yang diampunya pada hal mana proses pembelajaran di kelas bermuara. Berikutnya, sosok guru yang mencerminkan kepribadian yang mantap, berakhlak mulia, menunjukkan etos kerja dan menjunjung tinggi kode etik profesi diantaranya merupakan gambaran guru dengan kompetensi kepribadian yang didambakan. Sedangkan kompetensi sosial menuntut guru untuk diantaranya tidak diskriminatif, melainkan obyektif terhadap peserta didik, teman sejawat, dan lingkungan sekitar dan mampu berkomunikasi secara efektif, santun dan empatik.

Keempat kompetensi ini ditopang dengan keterampilan atau penguasaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang tidak bisa ditawar-tawar lagi mengingat perkembangan teknologi yang begitu cepat di era disruptif yang sudah terasa saat ini. Apalagi dengan karakteristik peserta didik zaman now yang disebut-sebut digital-native. Selain TIK, guru pun berkewajiban menerapkan pembangunan dan pengembangan karakater peserta didik yang kelak mampu bersaing di era Revoulusi 4.0.

Menerawang tren yang ada saat ini dan yang akan datang, Technopedagogical and Content Knowledge (TPACK) mengemuka sebagai salah satu alternatif dalam dunia pendidikan secara khusus para guru dalam rangka menyesuaikan sekaligus mempersiapkan diri terhadap tren tersebut.

TPACK merupakan istilah yang dimunculkan oleh P. Misra dan M. J. Koehler dengan mengembangkan gagasan Shulman di tahun 1980an. TPACK seperti merangkum semua kompetensi yang harus dimiliki dan dikembangkan oleh para guru. 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline