Lihat ke Halaman Asli

Ali Musri Syam

Belajar Menulis

Puisi: Pagi Setelah Hujan

Diperbarui: 12 April 2022   16:32

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Puisi Pagi Setelah Hujan / Dokpri @ams99 By. TextArt 

Puisi : Pagi Setelah Hujan

Aku menakar wajahmu penuh duga
Bahwa merahnya tetap seperti Humaira
Senja yang jingga kemarin tiba
Bahkan tak mampu menyandingnya

Pengembaraanku kali ini
Lebih cepat dari biasanya
Ingin Kutemui pemilik wajah
Sebelum pagi beranjak pergi

Kutulis sajak ini sebagai penanda
Bahwa kemarin adalah kisah
Jantungku tak cukup kuat menahan debaran
Aku ingin kita kembali mengulang

Hujan semalam meluruh alam
Sepanjang jalan tanah-tanah menjadi basah
Sesaat mentari menampakkan wajahnya
Nampak gugusan pelangi di mata

Sajak ini seolah tak pernah selesai
Seperti pertanyaan-pertanyaan rindu tak kau jawab
Tetap saja terus kutulis
Meski waktu menjelma rahasia

Pagi setelah hujan
Mendermakan dirinya melamban
Ia membaca segenap pikiran
Begitu kuat bertahta kerinduan

Penajam Paser Utara, 7 April 2022
Ali Musri Syam Puang Antong

Puisi Sebelumnya: Wajah Kita Bersilang Arah

Puisi Pilihan: Di Puncak Bukit, Wajahmu Kupandangi

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline