Lihat ke Halaman Asli

Ali Musri Syam

Belajar Menulis

Puisi: Mataku Benar-benar Hujan

Diperbarui: 24 Agustus 2021   20:45

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Puisi Mataku Benar-benar Hujan / arissusantocoder.com By text on photo 

Mataku Benar-benar Hujan

Sekarang mataku benar-benar hujan
Di pelupuknya tak mampu menghalau pekat awan-awan

Bulir-bulir tak mampu tertahan
Kelopak rindu mengatup tak karuan

Di penghujung pandangan
Nampak samar-samar kenangan

Mungkin memang mata ini sudah terlalu tua
Ataukah tak sanggup menahan dera

Di balik pipi merah itu
Jawaban segala ragu.

Setelah seminggu kemarau
Memanggil-manggil gerimis, suara parau

Panas mengganggu nalar
Sedikitpun tak mampu kelakar

Di bening bola matamu tersimpan misteri
Ketajaman sorotnya tak terdefinisi

Jika segala harap telah terlanjur terjuntai
Dengan cara apa gerimis ini akan berhenti

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline