Lihat ke Halaman Asli

Alicia Alfianti

Ma'had Aly Al-Zamachsyari

Sifat Rendah Hati Rasulullah SAW yang Patut Kita Teladani Dalam Kehidupan

Diperbarui: 31 Oktober 2022   22:25

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Sebagai umat muslim kita wajib mendalami dan memahani isi yang ada di dalam Al-Qur'an, termasuk kisah para Nabi dan Rasul-Nya. Di dalam Al-Qur'an tersebut terdapat petunjuk dan pelajaran bagi orang-orang yang meneladani dan mengikuti jejak yang telah beliau ajarkan kepada umatnya.

            Nabi Muhammad SAW ialah manusia paling sempurna dan beliau adalah kekasih Allah. Nabi dan Rasuk terakhir yang mencerminkan sosok manusia yang berkarakter. Beliau yang membawa misi risalahnya untuk seluruh umat manusia dan alam semesta. Seperti yang di firmankan dalam Al-Qur'an pada surat Al-Anbiya ayat 107 yang artinya "Tidaklah Kami mengutus engkau (Wahai Muhammad) melainkan menjadi Rahmat bagi sekalian Alam".

            Dalam kehidupan sehari-hari beliau selalu bersikap sopan dalam bertutur kata terhadap orang lain, selalu jujur, tidak pernah berdusta serta luhur berbudi pekerti. Beliau memiliki sifat yang mulia terhadap siapa saja.

            Nabi Muhammad SAW juga memiliki keistimewaan yaitu sebagai utusan, karena beliau memanglah perangai dalam diri Rasulullah sendiri. Keistimewaan beliau tidak hanya dikenal di bumi saja tetapi sampai juga ke langit.

            Sifat rendah hati itulah sifat keistimewaan yang dimiliki oleh Nabi Muhammad SAW. Sifat yang harus kita teladani sebagai umat beliau. Keteladanan adalah suatu perbuatan yang baik yang harus ditiru atau dicontoh, dan akan memiliki sifat-sifat positif bagi orang yang mencontohnya.

            Pada kisah Nabi Muhammad SAW  beliau juga menduduki sebagai kepala negara, namun beliau tidak pernah sombong ataupun tinggi hati. Nabi Muhammad dan para sahabatnya pun memegang prinsip berdiri sama tinggi duduk sama rendah, sehingga beliau tidak pernah membeda-bedakan dengan para sahabatnya.

            Bahkan sifat rendah hati Nabi Muhammad SAW tidak bisa diragukan lagi, beliau selalu menaruh rasa kehormatannya kepada semua orang tanpa memandang kelas sosial. Dan beliaupun tidak pernah bersikap tinggi yang bertangan halus sebagaimana lazimnya orang kaya di zaman lampau.

            Seperti yang didawuhkan oleh Syekh Ibrahim Al-Baijuri bahwasannya sikap rendah hati Rasulullah SAW ini patut diteladani oleh umatnya, yang sudah tertera dalam Maktabah M bin Ahmad Nabhan wa Auladuh :

 

Artinya : "Lazimkan sifat tawadlu atau rendah hati. Salah satu sikap tawadlu Rasulullah SAW adalah kemandirian Nabi Muhammad SAW dalam membawa pulang sendiri barang belanjaannya dari pasar ke rumah. Keterbukaannya dalam menjabat tangan orang kaya dan orang miskin, kesediaannya dalam memulai salam terhadap siapapun yang dijumpai olehnya, dan banyak lainnya".

            Walaupun Rasulullah SAW berasal dari Bani Quraisy atau Bani yang paling utama di Negara Arab, yang dijuluki Al-Amin karena kredibilitasnya yang tidak bisa diragukan lagi, beliau diangkat sebagai Nabi paling mulia. Akan tetapi beliau selalu rendah hati karena menganggap beliau hanyalah seorang anak yatim piatu.

            Kerendahan hati beliau ini tidak mengurangi kesabaran beliau, justru menambah ketinggian derajat di sisi Allah SWT. Beliau ialah pemimpin umat manusia tetapi beliau tidak enggan untuk membawa sendiri keperluan rumah tangganya dan tidak sungkan untuk menjabat tangan orang lain dari golongan mana saja.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline