Lihat ke Halaman Asli

Alexander Fiandre Readi

Mahasiswa S1 Hospitaliti dan Pariwisata Angkatan 2017

Macau, Bukan Sekadar Tempat Berjudi

Diperbarui: 4 Mei 2021   17:00

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Casino Lisboa Macau. Foto oleh Shankar s. via Flickr.com

Macau, sebuah kota administratif spesial Republik Rakyat Tiongkok yang terletak di bagian selatan Tiongkok, sudah menjadi primadona bagi para pelancong sejak lama. Orang pergi ke Macau untuk sekedar melihat lihat kotanya, berbelanja, berwisata kuliner, atau yang paling menarik, untuk berjudi.

Macau disebut juga "Las Vegas of Asia" karena banyaknya Casino dan tempat berjudi mewah yang tersebar di seluruh kota. Macau sangat terkenal dengan "Gambling Tourism" atau wisata berjudinya.

Industri ini sudah legal dan diregulasi oleh pemerintah Macau dan Tiongkok. Ekonomi Macau sebagian besar disumbang dari pendapatan industri Casino dan pariwisata. Bahkan, pendapatan dari industri casino dan perjudian di Macau dapat mencapai 7 kali lipat pendapatan casino di Las Vegas, Amerika Serikat.

Gambling Tourism ini memang sangat menarik untuk wisatawan dari berbagai negara. Sensasi bermain Roulette, Black Jack, Poker, atau Slot Machine, itu yang menjadi daya tarik dan pengalaman tersendiri. Untuk masuk ke dalam Casino, kalian harus berumur 21 tahun keatas. Akan ada anggota security yang memeriksa kartu identitas sebelum masuk. 

Casino Lisboa Macau, Dokumentasi Pribadi Alexander F.

Masuk ke dalam casino tidak harus bermain, boleh hanya sekedar melihat lihat sejenak saja. Namun siapa yang tahu jika sudah masuk ke dalam casino dan jadi tergiur untuk mencobanya?

Apakah Macau hanya ada tempat casino? Tentu tidak. Banyak hal yang bisa dilakukan di Macau, yang tentunya halal dan tidak ada hubungannya dengan judi.

Macau adalah kota yang cukup kecil dan padat penduduk, yang pada zaman dahulu menjadi daerah pendudukan bangsa Portugis. Macau sangat kaya akan budaya Portugis yang bisa terlihat dimana-mana. Bangunan-bangunan di Macau masih banyak dipengaruhi oleh budaya dan arsitektur khas Portugis. 

Salah satu gereja di Macau yang masih digunakan, Dokumentasi Pribadi Alexander F.

Bangsa Portugis sangat kental dengan agama Katolik Roma, banyak gereja dengan arsitektur khas Roma dibangun di Macau. Gereja-gereja tersebut tidak semua bertahan. Ada yang sudah runtuh dan ada yang masih dipakai untuk beribadah hingga sekarang.

Salah satu gereja yang sudah runtuh adalah gereja St. Paul, yang hanya menyisakan tembok depan gereja dan beberapa pilar yang masih utuh. Reruntuhan ini menjadi ikon wisata paling terkenal di Macau, yaitu Ruins of St. Paul, yang menjadi situs warisan budaya UNESCO. 

Selain bisa melihat megahnya arsitektur gereja yang sudah runtuh itu, kita juga bisa melihat alat-alat ritual ibadah gereja tersebut yang tersimpan rapi di museumnya.

Tampak depan Ruins of St. Paul, Dokumentasi Pribadi Alexander F.

Banyak sekali situs budaya di Macau yang bisa dilihat. Dari bangunan lama, rumah tradisional Portugis, patung pahatan ala Roma, sampai air mancur keramik. Semua dapat dilihat selagi kita berjalan santai di kota Macau. Bahkan beberapa trotoar di Macau masih menggunakan batu mozaik dengan pola tertentu yang sangat khas Portugis.
Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline