Lihat ke Halaman Asli

Albert Benjamin Febrian Purba

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Jurnalisme Imersif, Masa Depan atau Tantangan Jurnalis?

Diperbarui: 16 Desember 2023   02:17

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

(Sumber: ARPost)

Saat ini konsumen media lebih menyukai konten multimedia yang interaktif. Jurnalisme imersif hadir sebagai jawaban dari persoalan tersebut.

Jurnalisme imersif menghadirkan pengalaman yang lebih interaktif kepada audiens. Hal ini dapat dicapai melalui penerapan teknologi VR dan AR.

Dahulu media jurnalistik identik dengan sistem satu arahnya. Konsumen bersifat pasif yang hanya bisa menerima informasi dari media. Namun, kini konsumen menjadi lebih interaktif karena adanya internet.

Internet membuat konsumen dapat memilih sendiri konten yang disukainya. Masalah tersebut menyebabkan media dan jurnalis harus beradaptasi. Lalu bagaimana media dapat beradaptasi dengan masalah ini?

Perkembangan teknologi yang pesat menciptakan berbagai inovasi baru di dunia jurnalistik.  Salah satu inovasi tersebut adalah jurnalisme imersif. Jurnalisme imersif adalah bentuk penggabungan dari kegiatan jurnalistik dengan teknologi imersif.

Sebenarnya teknologi imersif telah digunakan di berbagai industri selain jurnalistik. Salah satu yang sering menggunakan teknologi ini adalah industri video game. Namun, tak menutup kemungkinan industri media menggunakan teknologi ini juga bukan?

Apa Itu Jurnalisme Imersif?

(Sumber: Evergine)

Melansir dari Reuters Institute, jurnalisme imersif adalah istilah untuk berita yang menyuguhkan pengalaman langsung mengenai peristiwa yang terjadi. Pembaca didorong untuk aktif terlibat dalam pemberitaan. Melalui jurnalisme imersif kita diajak terjun langsung dalam acara berita secara virtual.

Jurnalisme imersif menerapkan teknologi imersif yang canggih dalam kegiatan jurnalistik. Melansir dari IDN Times, teknologi imersif menggunakan teknologi Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR). Pergabungan dua konsep teknologi ini dinamakan Mixed Reality (MR).

Dilansir dari Solmet.kemdikbud.go.id, Augemnted Reality (AR) adalah teknologi yang memproyeksikan benda maya ke dunia nyata. Virtual Reality (VR), dilansir dari Kompas.com adalah teknologi yang memungkinkan pengguna merasakan realitas dunia digital secara nyata.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline