Lihat ke Halaman Asli

Ajinatha

TERVERIFIKASI

Professional

"People Power" Sudah Tutup Buku

Diperbarui: 9 Mei 2019   19:30

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Foto: Politiktoday.com

Ada perubahan yang mulai menyejukkan dari kubu Prabowo, BPN Prabowo-Sandi akan mengikuti jalur konstitusional dalam melaporkan berbagai kecurangan. Akan membawa bukti kecurangan ke Bawaslu sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

Bukan cuma itu, BPN Prabowo-Sandi pun menolak cara-cara yang menggunakan 'Kekuatan Rakyat' atau People Power, jadi kalau hari ini tidak ada kerumunan Massa, yang rencananya digerakkan oleh Kivlan Zen dan Eggi Sudjana, didepan KPU dan Bawaslu,  itu artinya sudah ada koordinasi dengan BPN tentang pembatalan tersebut.

Ketua Tim Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Djoko Santoso sendiri tidak mengetahui kalau ada rencana gerakan People Power sebelumnya, entah ini sekedar buang badan, atau memang tidak ada kordinasi antara Kivlan Zen dan Eggi Sudjana dengan Djoksan.

Berdasarkan keterangan Direktur Advokasi dan Hukum BPN Prabowo-Sandi Sufmi Dasco Ahmad, Rabu (8/5), saat ini BPN berusaha untuk ajukan laporan ke Bawaslu tentang temuan yang merugikan Prabowo-Sandi.

Menurut dia, BPN Prabowo-Sandi memiliki temuan dugaan kecurangan Pemilu 2019. Ada beberapa laporan yang sudah dan akan diterbitkan untuk Bawaslu.

Dasco dipertimbangkan Prabowo telah memberikan arahan kepada BPN agar mengambil langkah-langkah sesuai prosedur hukum yang berlaku, bukan sebaliknya menggelar aksi 'kekuatan rakyat' yang dituduhkan pihak-pihak lain.

Jadi isu People Power sudah tutup buku, semua tindakan yang mengarah kepada tindakan yang Inkonstitusional, sudah tidak lagi mendapat tempat didalam kubu Prabowo-Sandi. Jelas ini sesuatu yang positif, dan patut diapresiasi.

Prabowo mulai Cooling Down, namun orang-orang disekitar Prabowo masih ada yang sulit menerima kenyataan tersebut. Lihat saja Kivlan Zen yang mulai menyerang sana sini, bahkan menyerang SBY dan Partai Demokrat, yang dianggap licik.

Kivlan menuding Andi Arief sebagai 'Setan Gundul,' entah apa yang dia maksud dengan setan Gundul, padahal sebelumnya Andi Arief menganggap ada setan Gundul yang membisikkan kemenangan 62% kepada Prabowo. Akhirnya secara internal mereka ribut sendiri.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline