Lihat ke Halaman Asli

Ahmad Syaihu

Guru MTsN 4 Kota Surabaya

Benthik, Permainan Tradisional Jawa yang Hampir Punah

Diperbarui: 6 Februari 2023   09:45

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

(Anak- anak yang sedang melakukan permainan Benthik, dan alat untuk pemainan foto: dokpri)

Saat melakukan healing ke Yogyakarta dan Jawa Tengah pekan lalu penulis meneukan sekelompok anak yang bermain dengan menggunakan tongkat panjang dan tongkat pendek.

Terdengar suara anak-anak

Wuss…melesat kencang pukulanku.

Horeee…tidak ada yang mampu menangkapnya.

Menorehku pada kenangan masa lalu. Meskipun matahari mulai tenggelam. Senja mulai surut. Tanganpun diseret orangtua untuk pulang. Semua itu tak terasa. 

Saking asyiknya bermain. Bermain permainan di era 80-an, saat itu penulis berusia belasan tahun dan sudah bersekolah di tingkat SMP. 

Permainan ini cukup sederhana hanya membutuhkan dua bilah ranting kayu. Dapat dimainkan secara berkelompok maupun individu. Kini, sudah jarang dijumpai. Era digital seolah-olah telah menggerusnya. Dapatkah Anda menebak. Permainan apakah itu? Ya, betul sekali. Benthik namanya, di tempat lain ada yang menyebut Patel lele

Benthik, merupakan permaianan yang digandrungi di era 90an. Benthik biasanya dimainkan di halaman rumah ataupun tanah lapang. Disebut benthik karena jika dua bilah ranting kayu ini berbenturan maka akan berbunyi thik. 

Ada dua metode bermain benthik. Metode pertama menggunakan batu. Metode kedua menggunakan kowokan (tanah dilubangi).

Peralatan Permainan Benthik

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline