Lihat ke Halaman Asli

agus siswanto

tak mungkin berlabuh jika dayung tak terkayuh.

Antara Shin Tae-yong dan Indra Syafri, Mana Lebih Hebat?

Diperbarui: 30 Mei 2023   09:54

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Shin Tae-yong sosok di balik peningkatan perfoma timnas Indonesia. (sumber gambar: bolenet.com)

Membandingkan Shin Tae-yong dengan Indra Syafri dalam karir kepelatihannya di Indonesia tentu menarik. Kedua sosok ini diakui atau tidak adalah sosok penting di balik prestasi timnas belakangan ini.

Indra Syafri secara jelas telah memberikan medali emas SEA Games bagi negeri yang haus akan prestasi ini. Indra Syafri seakan menuntaskan medali perak yang pernah diterima beberapa waktu lalu di ajang yang sama.

Lalu Shin Tae-yong? tercatat, Shin Tae-yong mampu meloloskan timnas senior ke babak final Piala Asia 2023 yang akan digelar di Qatar awal tahun depan. Selain itu, perbaikan rangking FIFA juga menjadi bagian kesuksesannya. Dari rangkin 170 menjadi 149.

Perbandingan ini pasti akan menjadi sebuah polemik, jika ukuran keberhasilan adalah medali. Karena jika ini yang dipakai sebagai ukuran, jelas Indra Syafri jauh lebih unggul. Selama hampir 3 tahun kepelatihannya, Shin Tae-yong hanya mampu menghasilkan 1 medali perunggu SEA Games.

Tapi jika kita memandang sebuah prestasi lahir bukan secara instan tapi melalui proses, pasti lain hasilnya. Shin Tae-yong diakui atau tidak berada dalam proses pembuatan pondasi sebuah banguna  besar.

Kalau kita silau dengan apa yang dicapai Vietnam dan Thailand, percayalah bahwa mereka pun melalui proses panjang. Bukan sim salambim dalam semalam tercipta sebuah tim dengan koleksi gelar.

Proses yang telah mereka lakukan, pasti jauh begitu berat dan berdarah-darah. Dan proses tidak semua orang tahu. Baru ketika prestasi mereka dapatkan, orang baru tahu akan hasil proses tersebut.

Satu catatan menarik atas anak-anak timnas saat ini. Di semua level, kebugaran mereka sangat luar biasa. Mereka mampu bermain spartan selama 90 menit permainan. Jauh berbeda dengan masa sebelumnya.

Pencapaian ini tentu saja melalui proses yang luar biasa juga. Maka tidak heran jika mereka yang pernah merasakan TC di bawah Shin Tae-yong benar-benar merasakan manfaatnya. Kebugaran pada akhirnya menjadi sesuatu yang berharga dalam sebuah laga.

Sisi kedua adalah mentalitas bertanding. Meskipun belum sampai pada taraf maksimal, mental itu sudah ada. Mereka bereni membusungkan dada dan meladeni permainan lawan saat berhadapan. Terbukti dalam beberapa laga melawan negara-negara di luar Asia Tenggara, anak-anak timnasn tidak minder.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline