Lihat ke Halaman Asli

Agung Han

TERVERIFIKASI

Blogger Biasa

Kenalkan pada Anakmu Bahwa Puasa Itu Menyenangkan

Diperbarui: 4 Juni 2019   15:05

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

ilustrasi-dokpri

Bulan Ramadan, saatnya kita semua umat muslim bersuka-cita menjalankan ibadah puasa. Tapi bagaimana cara bersuka-cita, berpuasa kan menahan mengerjakan semua yang disuka. Yang jelas tidak boleh makan dan minum di siang hari, tidak boleh bicara sembarangan, musti menahan diri mengerjakan hal yang sia-sia dan lain sebagainya.

Memang, sekilas puasa terkesan memberatkan, menanggung lapar dan dahaga, tetapi kalau dijalani dengan baik sebenarnya banyak manfaat dirasakan.  Menjadi tantangan tersendiri, orangtua memperkenalkan puasa khususnya kepada anak-anak yang (notabene) baru kali pertama puasa.

Para ayah, bisa memanfaatkan beberapa moment Ramadan, dijadikan cara untuk menanamkan kegembiraan di bulan Ramadan di benak anak.

Ngabuburit, adalah moment paling ngetren di Indonesia, meski diambil dari baasa Sunda, nyaris di semua tempat memakai istilah ngabuburit untuk kegiatan yang satu ini.

Selepas Ashar (sekira jam empat / setengah lima), orang berduyun- duyun keluar rumah mencari makanan berbuka puasa. Coba ajak serta anak-anak, mereka pasti girang bukan kepalang, dan menjadikan mereka merasakan nikmat dan bedanya bulan puasa dengan bulan lainnya.

Menanti detik-detik menuju bedug magrib, biasanya lima menit berjalan mundur, di depan televisi anak-anak menghitung mundur tayangan iklan. "Abis ini satu iklan, baru adzan" ujar bungsu saya, sudah hapal kebiasaan, kalau di televisi muncul tulisan "Menantikan Adzan maghrib." Begitu adzan magrib terdengar, perasaan mendadak "PLONG", seteguk dua teguk pertama minuman membasahi kerongkongan, Subhanallah nikmatnya tiada tara. Kenikmatan sajian berbuka inilah, yang akan direkam anak-anak dalam ingatan mereka sampai dewasa.

ilustrasi-dokpri

Saat sholat taraweh, sholat taraweh ditamba witir dengan bilangan rakaat yang banyak, kadang membuat anak kecapekan, kalau saya, tetap ajak anak ke masjid untuk taraweh.Semasa anak belum baligh, bebaskan mereka mau sholat atau ikutan saja -- yang penting isya dikerjakan--- lama-lama anak akan terstimulus menjalankan taraweh.

Saat sahur,  bangun dini hari memang berat, sebelum membangunkan anak, coba putar film kesayangan di televisi, kemudian masak makanan kesukaan anak. Lama-lama anak akan senang dibangunkan, bisa jadi sahur esok hari pesan dibuatkan ini dan itu, pertanda anak mulai senang sahur.

Sholat subuh berjamaah di masjid, pagi hari saat udara masih segar, nikmaaat sekali di dada saat menghirup udara dalam-dalam. Mungkin saja, di luar Ramadan kita enggan sholat subuh di masjid, mumpung usai sahur badan masih segar, bisa ke masjid sekalian ajak serta anak-anak.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline