Lihat ke Halaman Asli

zaldy chan

TERVERIFIKASI

ASN (Apapun Sing penting Nulis)

Titik Kritis Sebuah Kritik

Diperbarui: 11 Februari 2021   08:15

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

ilustrasi kritik (sumber gambar: pixabay.com)

"Anda bukan kritis, tapi asal nyablak!"

"Belajar lagi! Jangan asal bunyi!"

"Kenapa Anda nyaman dengan kedunguan?"

Pernah mendengar parade kalimat "ajaib" seperti itu? Acapkali, dalam forum diskusi kritis, tiba-tiba mengalami jalan buntu saat beradu dan menguji sebuah argumentasi. Kalimat itu terlontar liar. Ujug-ujug menemukan solusi, malah menyulut konfrontasi.

Kritik adalah proses analisis dan evaluasi terhadap sesuatu. Bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, meluaskan apresiasi serta membantu memperbaiki pekerjaan.

Berpijak dari pengertian di atas, ada dua poin dalam melakukan kritik. Pertama, melalui analisis dan evaluasi. Kedua. Memiliki tujuan membantu. Jika merujuk pada batas pengertian itu. Di luar tahapan itu? Bukan sebuah kritik.

Mengutip id.wikipedia.org. Kata kritik berasal dari bahasa Yunani, Kritikos yang berarti "dapat didiskusikan". Akar katanya adalah Krenein yang berarti; memisahkan, mengamati, menimbang dan membandingkan.

Makna kritik sedikit berbeda tercantum dalam kbbi.web.id. yang menyatakan kritik adalah "kecaman atau tanggapan, kadang-kadang disertai uraian dan pertimbangan baik buruk terhadap suatu karya, pendapat dan sebagainya". Bedanya? Kata "kecaman" yang lebih dominan bermakna mencela.

Akhirnya, berujung menyudutkan dan menyalahkan. Bahkan lebih parah lagi membunuh karakter seseorang!

"Itu seni dalam diskusi, Bang!"

"Bukannya seni itu indah?"

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline