Lihat ke Halaman Asli

Jay Z. Pai

menulis saja

Makam Habib Kwitang, Oase di Tengah Padang Pasir Ibu Kota

Diperbarui: 17 April 2021   17:43

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Foto: Dokumen Pribadi

Jakarta tidak hanya menawarkan keriuhan kota besar. Jika kita cukup cermat, sebenarnya Jakarta menyimpan 'sumur' bagi mereka yang tertarik dengan ziarah, dengan mendatanginya, kita seperti menemukan oase di tengah gurun pasir bernama Ibu Kota.  

Tepat setahun saya kembali lagi ke ibu kota, setelah berjarak cukup lama. Tidak banyak yang berubah dengan Jakarta. Rutinitas perkantoran, jalanan yang padat merayap, cerobong asap pabrik, dan jajanan pinggir jalan yang memenuhi wajah kota ikut menjelaskan kenapa Jakarta masih saja sama. Jakarta masih menjadi kota tempat kumpulan para nomad yang mencari puing-puing rupiah.

Begitupun alasan saya ke Jakarta masih sama, apalagi kalau bukan memenuhi tugas kantor, tidak ada alasan lain.

Setelah menyelesaikan kerjaan, saya menyempatkan diri untuk singgah di daerah yang cukup populer karena sebuah film. Anda yang pernah menggebu-gebu karena film Ada Apa Dengan Cinta pasti tau betul tempat itu. Tempat Rangga dan Cinta jalan pertama kali, dimana Cinta akhirnya ngambek  dan pergi karena di bilang gak jelas plus gak punya privasi. duuhh

Benar, tempat mana lagi di Jakarta kalau bukan Kwitang.

Kwitang di kenal sebagai daerah yang menjual aneka buku, termasuk buku-buku tua. Tak heran banyak juga yang menyebutnya 'loak' karena menyimpan koleksi buku sejak zaman old.

Tapi sebenarnya, jika ke sana, anda bisa mendapatkan sekaligus dua pengalaman wisata. Saya lebih suka menyebutnya ziarah. Pertama, ziarah intelektual, kedua ziarah spiritual.

Saya tidak akan menceritakan yang pertama, sebab saya kesana memang niatnya bukan beli buku. Untuk itu saya hanya akan menceritakan soal yang kedua; pengalaman pertama saya ziarah makam di ibu kota.

***

Di bawah keramaian dan kepadatan khas kota-kota besar, ternyata Jakarta menyimpan tempat ziarah berupa makam 'keramat'. Di tengah kota ada makam keramat. Ini unik menurut saya.

Biasanya makam ulama terletak jauh dari pusat kota, bahkan seringkali berada diketinggian dan jauh dari pemukiman warga. Seperti Makam Kiyai Modjo yang ada di tempat asal saya, Sulawesi Utara.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline