Lihat ke Halaman Asli

Zabidi Mutiullah

TERVERIFIKASI

Concern pada soal etika sosial politik

Gerindra PKB Makin Kokoh, Cak Imin Pasangan Prabowo

Diperbarui: 24 Januari 2023   08:20

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Prabowo Subianto dan Muhaimin Iskandar, Sumber Foto Kompas.com

Koalisi antara Gerindra dan PKB yang diberi nama Kebangkitan Indonesia Raya atau KIR sukses meresmikan Sekretariat Bersama atau Sekber. Peresmian yang berlangsung di Jalan Ki Mangunsarkoro Nomor 1, Menteng Jakarta Pusat dihadiri oleh elit pengurus kedua belah pihak. Termasuk Menparekraf  Sandiaga Uno yang sebelumnya di kabarkan hendak masuk ke PPP.

Peresmian Sekber jelas merupakan keuntungan besar bagi kelangsungan perjalanan KIR. Pertemanan dua partai papan atas dan menengah ini bisa terus melangkah mendaftarkan paket capres dan cawaprews ke KPU. Tinggal sekarang upaya menambah kekuatan. Dengan cara melobi partai lain yang masih “goyah” atau belum menemukan labuhan koalisi.

Pada sisi lain, baik Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto maupun Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin terlihat sangat puas. Kedua tokoh puncak di partai masing-masing terlihat sama-sama sumringah pasca peresmian. Menandakan bahwa sudah ada beberapa pemahaman diantara keduanya. Tebakan saya soal capres cawapres.

Bagi Gerindra, peresmian Sekber adalah momentum pembuka bagi cita-cita Prabowo. Upaya Sang Menteri Pertahanan untuk mewujudkan niat baik jadi presiden menggantikan Jokowi pada pilpres mendatang, terbuka sangat lempang. Mengapa, karena syarat mutlak presidential threshold sudah terpenuhi. Ya benar. Gabungan hasil suara Gerindra dan PKB pada pileg 2019 melebihi ambang batas 20 persen.

Sementara itu, bagi PKB sendiri memperjelas perjalanan politik Cak Imin. Sama dengan Prabowo yang punya keinginan ikut pilpres, peresmian Sekber menjadikan Cak Imin kini lebih kukuh mengikat pertemanan dengan Prabowo. Cak Imin juga bisa tambah fokus menatap masa depan. Mengapa, karena amanat Ijtimak Ulama Nusantara yang mendorong jadi capres atau cawapres terbuka di depan mata.

Apakah terlalu berlebihan..? Saya kira tidak. Selain karena Cak Imin lewat PKB-nya punya andil besar mempermulus jalan pencapresan Prabowo, komentar Menparekraf Sandiaga Uno berikut ini bisa dijadikan rujukan. Disarikan dari CNN Indonesia 23 Januari 2023, kata Sandiaga koalisi Gerindra PKB sepakat mengusung Prabowo dan Cak Imin. Keduanya terlihat sudah memiliki chemistry.

Lebih lanjut Sandiaga bahkan menjelaskan secara apresiatif. Katanya, saat didalam ruangan Prabowo dan Cak Imin terlihat rileks. Bagai orkestrasi yang berjalan sangat baik dan sejuk bagi demokrasi ke depan. Mudah-mudahan diberi kelancaran. Menurut saya, apa yang disampaikan Sandiaga ini bukan hanya sekedar pengakuan. Tapi juga menunjukkan sikap legowo yang sangat diharapkan.

Betapa tidak. Dalam hubungannya dengan keinginan PKB, secara elektabilitas Sandiaga ada di atas Cak Imin. Mestinya, beliaulah yang maju jadi kontestan pilpres. Bahkan dalam beberapa hari belakangan ini sengaja di “endorse” oleh partai-partai di luar KIR. Seperti PPP misalnya. Tapi ternyata Sandiaga tetap setia melabuhkan diri di Gerindra. Termasuk mendukung Cak imin jadi cawapres Prabowo.

Masih berkaitan dengan Cak Imin. Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzanni memberi penegasan. Disarikan dari Kompas.com 23/02/2023, katanya Gerindra berharap Ketum PKB Cak Imin bisa menjadi cawapres Prabowo Subianto. Apalagi ada hasil keputusan Ijtimak Ulama Nusantara. Ditambah peresmian Sekber, justru makin kuatlah posisi Cak imin bakal jadi pendamping Prabowo.

Memang benar, sikap legowo Sandiaga dan penegasan Muzanni tersebut tak sampai di umumkan secara terbuka dan formal di acara peresmian Sekber. Andai begitu, momentum peresmian dapat dikatakan sempurna. Disamping melakukan kuncian terhadap ikatan koalisi, Gerindra PKB juga mampu menjadi yang terdepan untuk mengeluarkan keputusan tentang nama kandidat capres dan cawapres. Sungguh sangat ideal bukan.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline