Lihat ke Halaman Asli

Yusep Hendarsyah

Kompasianer, Blogger, Bapak Dua Anak

Borobudur Menjadi Pusat Musik Dunia? It's Possible

Diperbarui: 18 April 2021   12:50

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Borobudur, Bukti kejayaan masa lampau dan kini akan menjadi pusat musik dunia

Pernah dengar lagu Lingsir Wengi? Lagu berbahasa Jawa dengan tempo mendayu -- dayu lambat ini sukses diperdengarkan ke  seluruh dunia  oleh seorang laki - laki  lewat petikan gitar akustiknya.

Kalau boleh dikatakan dia adalah   master of harmonic bernama  Alief Gustakhiyat atau  dikenal dengan nama Alipbata . Petikan gitarnya sangat khas penuh harmoni hasil olah rasa dan jiwa . Untuk lagu ini, suara gitarnya berubah menjadi suara alat musik tradisional sejenis gamelan yang akrab di telinga orang Indonesia .

Meski ada perbedaan apakah  lagu ini bernuansa horror (karena dipakai dalam film kuntilanak) ataupun dipakai sebagai puja dan pujian karena dianggap diciptakan oleh Sunan Kalijaga (Wali Songo) untuk menyiarkan agama suara indah yang keluar dari gitarnya itulah yang menjadi pujian seluruh penggemarnya yang menyentuh angka 4,34 juta subscriber.

Di Indonesia, alat musik yang menjadi kekuatan kesenian sangat beragam. Sebut saja ada Kendang, Suling, Angklung, Kecapi, Gendang, Gamelan  dan lain sebagainya. Alat ini tersebar di seantero Indonesia dengan keanekaragaman dan kearifan lokal masing masing wilayahnya. Tapi pernahkah kalian tahu bahwa alat musik tanah air tersebut sudah diperkenalkan sejak Abad ke-8 dan 9 Masehi? Historis ini ternyara ada di prasasti keajaiban Candi  Borobudur.

Bangunan  super megah di Jawa Tengah ini   bernama Candi Borobudur . Situs peninggalan  penuh misteri dengan segala  ornamen pahatan di setiap sudut bangunannya.  Candi yang ditemukan oleh orang Belanda pada Tahun 1814  lebih dari dua abad yang lalu) merupakan mahakarya dari hasil olah manusia dengan keterbatasan teknologi di jamannya . Hingga saat ini candi yang memiliki 10 tingkat ini sudah banyak melakukan pemugaran dan perbaikan dari kerusakan yang disebabkan oleh alam maupun tangan jahil para pencuri yang tidak memahami betapa berharganya situs peninggalan ini bagi peradaban  bangsa .

Ditemukan oleh Gubernur Jenderal Inggris atas Jawa , Sir Thomas Stamford Raflles,  Candi Borobudur  dalam keadaan rusak oleh musibah bencana  alam. Setelah restorasi pemugaran besar -- besaran akhirnya berdiri kokoh dan  mulai dikenal dunia hingga kini .Lihat saja tayangan wonderful Indonesia. Penampakan Borobudur  sangat indah , besar dan penuh aura  keajaiban dunia  yang dapat bersanding dengan The Great Wall (Tembok Besar Tiongkok), Menara Pisa, Hagia Sophia, Taman Gantung Babilonia  dan lainnya. Borobudur memang dari masa lampau , tapi pengaruhnya ada di masa sesudahnya hingga kini.

Borobudur yang ditemukan di  Desa Bumisegoro memiliki  bentuk candi berteras dan melambangkan alam raya memiliki banyak misteri.  Saya pribadi beberapa kali  menginjakan kaki di sana. Setiap kelulusan sekolah  dari  SD, SMP, SMA hingga  di Perguruan Tinggi saya selalu mendapatkan kesempatan mengunjungi candi ini entah karena kebetulan atau memang sudah takdir dari Yangmahakuasa saya  bisa  menikmati , memandang, memegang  berbagai relief , stupa dan mengabadikannya bersama teman -- teman . Meski demikian informasi mengenai Borobudur sebagai pusat alat musik tanah air ya baru -- baru ini melalui situs Sound of Movement   Borobudur.

Candi terbesar  di Indonesia ini  menurut sejarahnya dibangun oleh raja jawa  pada Dinasti Syailendra yang beragama Budha. Dalam Bagian bawah Borobudurpun  dikisahkan  kelahiran Budha Gautama , oleh karena itu hingga kini menjadi tempat peribadatan tidak hanya dalam negeri tapi umat Budha seluruh dunia.

Saya bangga akan   bangunan penuh sejarah yang sakral. wajar kekayaan nusantara ini  tercatat dalam United Nation Educational Scientific and Cultural Education (UNESCO). Berbicara tentang Borobudur pasti tidak terlepas dari kekaguman akan misteri di dalamnya. Berbagai informasi dari yang paling besar mengenai alam raya (bentuknya), relief informasi yang terpahat di dinding candi dari pendidikan, agama, kebudayaan masyarakat  hingga kesenian berupa tampilan alat -- alat musik. Maka tidak salah Ketika muncul pemikiran bahwa Candi Borobudur adalah pusat peradaban termasuk soal kesenian.

Dalam situs  yang saya baca disebutkan bahwa  Sound of Borobudur Movement adalah   hasil dari usaha anak bangsa  untuk mengenali  lebih dalam peradaban  masa lampau dengan menggunakan budaya dan ilmu pengetahuan  yang diinterpretasikan  melalui seni.   Informasi ini  sangat menarik , memiliki kesempatan untuk menjadi bahan ajar di seluruh sekolah agar anak  Indonesia tidak a historis.  Sudah lama jati diri bangsa ini menjadi perhatian dunia, namun luput dari perhatian bangsa sendiri. Kemungkinan pola penjajahan dan pendidikan masa lalu dan kini belum bisa menjawab kehebatan orang orang terdahulu dalam mengarungi kehidupan.  Pengembalian jati diri manusia Indonesia  melalui historis seni kini perlu digalakkan lagi.

Memberi penyadaran kepada masyarakat, bahwa Bangsa Indonesia mempunyai banyak warisan nilai dan tatanan diri, kemasyarakatan, kenegaraan dan tatanan untuk pengelolaan alam secara seimbang, yang masih sangat relevan dari sisi konteks nya  dengan kondisi saat ini, bahkan menjadi solusi untuk mengatasi permasalahan kebangsaan saat ini dan di masa depan.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline