Lihat ke Halaman Asli

Wasiat Waris Eka Tjipta Widjaja, Sinar Mas Tetap Eksis

Diperbarui: 15 September 2022   19:20

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

 Ratusan Keluarga Berkumpul Meninggalnya Eka Tjipta Wijaya. | Foto : ANTARA JABAR/M Ibnu Chazar/agr.

Pendiri Sinar Mas Group Eka Tjipta Widjaja meninggal dunia di usia 98 tahun pada Sabtu (26/1) pukul 19.43 WIB karena faktor kesehatan.


PT.Sinar Mas begitu besar dengan 16 perusahaan. Bukan di Indonesia saja tapi juga   di luar negeri. Tak heran jika pendirinya Eka Tjipta Widjaja adalah orang Terkaya nomor 2 di Indonesia dan masuk dalam daftar Forbes. Tidak mudah untuk membuat perusahaan seperti ini yang kini  sudah merambah ke berbagai usaha. 

Rumah sakit, Yayasan Sosial  disamping mengolah sumber daya alam  agar dapat maksimal kemajuan bangsa.

Ada  perkara yang berlarut larut setelah meninggalnya si Pendiri yaitu mendiang Eka Tjipta Widjaja. 

Gugatan kepada harta mendiang Konglomerat Eka Tjipta dari putranya Freddy Wijaya.

Freddy Wijaya tidak puas karena hanya mendapat hak waris  hanya senilai Rp 1 miliar, sedangkan  harta kekayaan orang tuanya ditaksir sekitar 737 triliun rupiah

Mungkin  menurut saya wasiat Eka Tjipta Widjaja itu sudah benar adanya karena beliau ingin Sinar Mas tetap eksis di Indonesia.

Ketua Umum Yayasan Muslim Sinar Mas (YMSM), Saleh Husin menyerahkan 3.000 mushaf Alquran ke Masjid Istiqlal | Dok Sinar Mas. 


Mendiang Eka Tjipta Widjaja tentu tidak mau  "keruntuhan" Sinar Mas, disaat saat beliau telah tiada. Ingat cerita bagaimana ia jatuh dan bangun ketika muda. Dari tidak punya apa apa sampai sebesar ini.

Lagi pula kebesaran Sinar Mas tidak terlepas dari bantuan anak anaknya yang disebutkan dalam waris sebagai pimpinan usaha.

Karena itu ia memberikan wasiat, ahli waris tanggal 26 Januari 2019, menyebut Freddy Widjaja mendapatkan uang sebesar Rp 1 miliar.

Beberapa anak-anak yang lain ada yang mendapatkan Rp 2 miliar Rp 1  miliar dan seterusnya bervariasi menurut "kepatutan" dan penilaian mendiang.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline