Lihat ke Halaman Asli

Yoga Prasetya

Penjelajah

Jika Anak Ingin Menjadi Pujangga

Diperbarui: 5 Oktober 2020   15:14

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

ilustrasi: popmama.com/Freepik/evening_tao 

Duhai orang tua, bagaimana jika impian anak sekarang adalah menjadi pujangga atau pengarang puisi? Sebagai guru bahasa dan pujangga, saya ingin berbagi materi tentang puisi. Mulai dari pengertian hingga menulis puisi.

Baiklah, kita mulai dengan pengertian puisi. Puisi adalah gubahan dalam bahasa yang bentuknya dipilih dan ditata secara cermat sehingga mempertajam kesadaran orang akan pengalaman hidup dan membangkitkan tanggapan khusus lewat penataan bunyi, irama, dan makna khusus. Unsur-unsur puisi meliputi majas dan irama, kata konotasi, kata berlambang, dan pengimajian.

Untuk anak, kita bisa memperkenalkan dua majas terlebih dahulu, yaitu majas personifikasi dan paralelisme. Majas pesonifikasi adalah majas yang membandingkan benda-benda tidak bernyawa seolah-olah memiliki sifat seperti manusia. Misalnya, sepasang mata boneka itu bersinar tajam menatapku di gelap malam. Maaf, contohnya masih berbau fiksi horor.   

Setelah anak memahami pengertian dan unsur puisi, mari kita bimbing anak untuk banyak membaca puisi lalu mencoba untuk menyimpulkan dan menganalisis puisi yang dibaca. Supaya tidak bosan, variasikan bacaan puisi anak, seperti puisi balada, romansa, elegi, serenada, ode, satire, dan kritik sosial. Untuk membedah puisi, kita perlu tahu unsur batin puisi, yaitu tema, amanat, perasaan penyair, dan nada atau sikap penyair terhadap pembaca.

Jika anak sudah banyak membaca dan menganalisis puisi, yuk kita mulai menulis puisi. Saya sudah membuat tip menulis puisi dengan model puitis. Selamat membaca puisi berikut.

Sajak untuk Anakku, Penulis Puisi

Menulis itu berawal dari gagasan atau perasaan

Gagasan bisa kau dapatkan dari membaca

Perasaan lahir dari pengalaman hidup

Tuliskan larik yang menarik

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline