Lihat ke Halaman Asli

Teguh Hariawan

TERVERIFIKASI

Traveller, Blusuker, Content Writer

Arca Wisnu Naik Garuda Berasal dari Trawas, Bukan dari Belahan!

Diperbarui: 14 Juni 2022   14:00

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Foto: Dok. Pribadi

Sejak tahun 2004 saya sudah berkunjung ke Museum Majapahit, Trowulan, Mojokerto. Nama museum ini memang unik. Selalu berubah setiap saat. 

Setiap kali berkunjung, Arca Wisnu Naik Garuda yang tersimpan di teras belakang museum, selalu jadi jujukan karena menyisakan rasa penasaran bagi saya. Maka, di tahun 2017, saya menulis Artikel Arca Wisnu Naik Garuda, benarkah Asalnya dari Belahan? 

Intinya, berdasarkan pendapat para ahli dan kunjungan ke lapangan, memang sangat muskil jika Arca Wisnu berasal dari Candi Belahan, atau Candi Sumber Tetek, di lereng Timur Gunung Penanggungan. Secara lengkap, paparan ada di artikel tersebut di atas.

Entahlah, naluri pribadi saya, sangat meyakini kalau Arca Wisnu Naik Garuda ini "seharusnya" dari Trawas. Tepatnya dari sekitaran Candi Jalatunda. Maka, saya terus menelusuri dan mencari referensi tentang asal usul keberadaan arca ini. 

Akhirnya, suatu ketika, saya menemukan sebuah website yang banyak menayangkan dokumen-dokumen tertulis yang berasal dari zaman penjajahan Belanda. Saya lupa namanya , entah KILTV, atau Rijkmuseum, atau NYPL ?

Di website ini saya mendapati sebuah lukisan Arca Wisnu Naik Garuda, karya Moeller. Dengan tegas pelukisnya memberi identitas "Monument Zu Trawas" di bawah lukisannya. 

Satu kata kunci: Trawas, sangat penting bagi saya untuk mengidentifikasi bahwa arca yang digambar itu memang berasal dari Trawas. 

Sebuah desa terpencil (dulunya) di kaki sisi utara Gunung Welirang dan Gunung Buthak (tempat ditemukannya Prasasti Kudadu yang demikian berharga dan penting untuk mengungkap asal mula berdirinya Kerajaan Majapahit). 

Kawasan ini, juga berdekatan dengan Gunung Penanggungan, gunung suci zaman kuno yang sampai saat ini masih banyak ditemukan candi dan petirtaan, tinggalan dari tahun 1000 Masehi.

Lukisan karya Wisnu Naik Garuda karya Moeller

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline