Lihat ke Halaman Asli

Syarifah Lestari

TERVERIFIKASI

www.iluvtari.com

Ketentuan Allah yang Menguji Iman

Diperbarui: 10 Mei 2021   20:43

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Photo by

Apa yang paling berharga dalam hidup ini, yang kamu paling takut  kehilangannya? Duit, pasangan, anak, ... ada lagi? Idealnya sih iman. Dan kita harus idealis untuk urusan ini. Meski melakukannya juga butuh proses yang gak sebentar.

Iman itu, kalau sudah hilang, akan jadi bencana besar. Banyak orang mengaku beriman tapi pada praktiknya mereka masih ragu.

Mungkin kita sekadar percaya pada Allah, tapi tidak yakin. Contoh sederhananya begini. Lihatlah anak-anak kecil yang sedang memanjat, biasanya mereka akan naik setinggi-tingginya. Seperti sangat bernyali, tak kenal takut. Padahal yang benar, mereka belum tahu sakitnya jatuh.

Yang cemas adalah orang dewasa, karena mereka pernah merasakan atau melihat orang yang jatuh. Jika ada di antara anak tadi yang belum pernah jatuh, tapi ia menurut ketika diminta turun, berarti anak ini yakin bahwa jatuh itu nyata dan sakit.

Ada anak lain yang menurut hanya karena takut pada orang dewasa yang memintanya turun. Dia selamat, karena mengikuti ucapan yang menitah turun. Yang paling celaka adalah anak yang tak menurut, sampai kemudian benar-benar jatuh dan merasa sakit.

Itu analogi sederhana supaya mudah dicerna akal. bukan menyandingkan perkara iman dengan cara anak bermain.

Baca juga: Memahami Metode Hisab dan Rukyat untuk Melihat Hilal

Poligami

Ketika Aa' Gym awal-awal melakukan praktik poligami, publik hiruk pikuk. Aku termasuk yang membela, semata karena alasan polilgami itu halal. Lalu seorang teman bertanya, "Memangnya kamu mau dipoligami?" Aku pun terdiam.

Kemudian kini ramai diberitakan almarhum Ustaz Jefri al-Bukhori alias Uje yang ternyata juga berpoligami. Sebelumnya, almarhum Syekh Ali Jaber juga diketahui memiliki lebih dari satu istri setelah wafatnya.

Tapi aku masih tetap membela. Bedanya, sekarang aku punya jawaban jika ada yang bertanya, memangnya aku mau dipoligami?

Aku setuju pada praktik poligami, dengan satu syarat; pelakunya bukan suamiku. Curang? Mungkin. Tapi tidak ingin dipoligami beda secara makna maupun hukum dengan yang tidak setuju pada praktik poligami.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline