Lihat ke Halaman Asli

Winda Sasmito

Penikmat sastra

[Refleksi Diri]

Diperbarui: 11 Juli 2022   11:56

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Sumber gambar/canva

Waktu memang tak pernah mengabarkan akan datangnya sedih atau senang.

Namun percayalah sedih tak akan pernah selamanya, senang pun tak akan sesulit yang dibayangkan. Saling bergantian

Irama yang bersahutan masih bercengkrama, bertukar kisah dan pesan.

Meski nanti sore akan berganti senja, namun ketika mentari mulai menyapa maka saat inilah waktu terbaik untuk bersujud. Saat ini. Tak ada kata nanti lagi. 

Karena tak satu pun yang tahu, apakah kita akan sampai pada waktu 'nanti'?

Terkadang duka tidak bisa dihindari. Tiba-tiba terbaring lemah. Sakit. Ajal.

Atau kesulitan lain yang menghampiri, menggantikan kelapangan.

Bahkan untuk memohon pun tak mampu dilakukan. Sujud menjadi hal yang indah. Dirindukan

Terbaring. Sholat dalam isyarat

Ibadah yang sering terburu-buru karena kesibukan

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline