Lihat ke Halaman Asli

Widi Kurniawan

TERVERIFIKASI

Pegawai

Harga Telur Ayam Meroket, Aku "Rapopo" Asalkan Peternak Happy

Diperbarui: 27 Desember 2021   07:57

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Salah seorang penjual telur ayam di Pasar Anyar, Kota Tangerang. (KOMPAS.com/MUHAMMAD NAUFAL)

Harga telur ayam ras melonjak gila-gilaan jelang akhir tahun 2021. Jika biasanya harga sekilo berada di kisaran Rp 20.000 hingga Rp 26.000, kini sudah tembus di atas Rp 30.000 per kilogram.

Seminggu yang lalu, istri saya membeli telur ayam ras negeri sudah mencapai Rp 30.000 per kilonya. 

Nah, tadi pagi, Minggu (26/12), giliran saya yang belanja ke warung kelontong ternyata sudah berada di harga Rp 34.000 per kilonya. Ini harga di daerah Kabupaten Bogor.

"Harganya 34 ribu Pak, gimana Pak, jadi mau beli apa nggak?" Tanya bapak yang punya warung.

Nah, bahkan yang jualan di warung pun merasa harus mengonfirmasi kembali ke calon pembeli. Apakah rela beli dengan harga tinggi atau tidak. Mungkin dia merasa iba juga dengan kondisi kenaikan harga ini.

"Ya, nggak papa lah Pak, mau gimana lagi," jawab saya.

Bapak pemilik warung itu kemudian mengambil satu per satu telur dan menimbangnya. Kepalanya sambil geleng-geleng, dan sedikit gerutuan bernada curhat keluar dari mulutnya.

"Tinggi banget emang naiknya, belum lagi minyak goreng masih betah saja harganya seliter 20 ribu. Cabe setan juga udah kayak setan beneran dah harganya," cerocosnya.

Sabar lah Pak, sabar. Saya sebagai konsumen juga mesti berpikir keras soal harga telur yang kata seorang kawan saya bahkan sudah nimbus Rp 37.000 di daerahnya.

Okelah naik terus aja nggak apa-apa juga sih. Aku "rapopo" asalkan Indonesia nanti jadi juara Piala AFF (eeaa...).

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline