Lihat ke Halaman Asli

Wafiq Zuhair

#SahabatPedalaman

Cara Bagi Paket Sembako Tanpa Berkerumun

Diperbarui: 21 Mei 2020   10:45

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

sumber: insanbumimandiri.org

 

Beberapa hari yang lalu, WHO menyatakan covid-19 kemungkinan tidak akan pernah hilang dan terus ada dalam waktu yang lama. Hal itu disampaikan oleh Direktur Kedaruratan WHO, Michael Ryan dalam jumpa pers virtual di Jenewa, Swiss. Sampai bulan ini, kasus positif corona di dunia telah mencapai 4,3 juta kasus dengan tingkat kematian sebanyak 296.252 orang.

Berita tersebut sekaligus juga menambah panjang deretan kabar-kabar buruk yang kita terima selama tiga bulan belakangan ini. Setiap hari, kita hampir selalu mendengar, membaca, maupun menonton informasi yang tidak mengenakan tentang kasus covid-19, sehingga membuat kita merasa tidak nyaman.

Salah satu yang begitu mengusik kita adalah pembagian paket bantuan sembako yang telah dilaksanakan di beberapa daerah. Pembagian paket sembako tersebut diberikan secara langsung kepada masyarakat di tempat-tempat umum, seperti lapangan atau halaman gedung.

Namun, niat baik seperti ini terkadang dilakukan dengan cara yang kurang tepat. Akhirnya, banyak protokol kesehatan yang terabaikan atau justru melanggar aturan pemerintah terkait dengan physical distancing dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Tak hanya itu, membludaknya masyarakat yang merasa butuh dengan paket bantuan sembako ini membuat proses kegiatannya berujung ricuh karena masyarakat berebutan ketika pembagian dilakukan. Misalnya saja kasus kericuhan pembagian paket bantuan sembako yang terjadi di Cibinong, Medan, Kaltim, Bogor, dan lain-lain.

Jika program pembagian paket bantuan sembako ini tidak direncanakan dengan sistem yang baik, maka akan banyak masyarakat kita yang akan terdzolimi karena haknya diambil oleh pihak lain. Beberapa permasalahan lain pun muncul saat program ini berlangsung, misalnya pembagian yang tidak merata dan tidak tepat sasaran. Di mana yang seharusnya menerima paket bantuan sembako ini adalah masyarakat dengan ekonomi menengah bawah, tapi ternyata masih ada saja masyarakat mampu ikut serta menjadi penerima manfaat program ini. 

Polemik lainnya adalah pembagian paket bantuan sembako yang tidak merata. Terlalu masifnya masyarakat datang hingga berkerumun, membuat panitia jadi sulit mendata siapa saja yang sudah menerima paket bantuan sembako, dan siapa yang belum. Momentum ini kerap dimanfaatkan oleh pihak yang tak bertanggung jawab dengan mengambil paket bantuan lebih banyak daripada yang sudah ditentukan. Alhasil, pembagian pun menjadi tidak merata.

Lantas, bagaimana cara kita menjalankan program pembagian paket sembako agar tetap adil dan sesuai dengan peraturan protokol kesehatan yang berlaku?

 

IBM Mart, Solusi Pembagian Sembako di Tengah Corona

sumber: insanbumimandiri.org

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline