Lihat ke Halaman Asli

Venusgazer EP

TERVERIFIKASI

Just an ordinary freelancer

Angkot Medan, Parah!

Diperbarui: 9 Desember 2021   13:51

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Angkot yang tertabrak Kereta Api di jalan Sekip Medan (foto:tribunnews.com)

Naas benar nasib 10 penumpang Angkot 123 jurusan Pancur Batu -- Kayu Putih karena angkot mereka tumpaki itu tertabrak kereta api KA Sri Lilawangsa U85 yang datang dari arah Binjai menuju ke Medan di perlintasan KA Jalan Sekip Sabtu pekan lalu (4/12).

Video detik-detik kecelakaan maut tersebut beredar luas di media sosial. Tampak sebuah angkot berwarna kuning sengaja nekad menerobos dari sisi kanan antrian kendaraan yang memang sudah berhenti menunggu kereta api lewat.

Angkutan umum itu rusak parah dan mengakibatkan 4 orang meninggal dunia, sementara 6 lainnya mengalami luka-luka. Sedangkan sopir angkot sendiri beruntung bisa selamat dan ditetapkan sebagai tersangka.

Pengakuan awal, ia hanya menenggak menenggak 1 teko tuak saja sebelum narik. Namun setelah dilakukan tes urine, terbukti positif menggunakan narkotika jenis sabu.

Cerita bagaimana parahnya perilaku angkot Medan di jalanan bukan isapan jempol. Di Instagram hampir setiap hari ada laporan negatif warganet tentang angkot Medan. Makanya ada istilah "jalan itu mereka punya, suka-suka merekalah".

Mereka bisa berhenti mendadak sesuka hati tanpa mau benar-benar menepi. Lumayan kalau masih ingat menyalakan lampu sein (lampu tangan-bahasa Medan). Karena kapan angkot berhenti, hanya sopir dan Tuhan saja yang tahu. Kita sebagai pengguna jalan lain hanya bisa mengumpat dalam hati.

Jika kita coba tegurkan langsung, mereka biasanya melihat arah lain atau cuek-cuek saja. Sekali lagi, jalan mereka yang punya. Cuman kalau lawannya abang ojol biasanya mereka agak mengkeret.

Jika menerobos perlintasan KA saja berani bagaimana dengan lampu merah? Banyak sopir angkot Medan yang mendadak buta warna kalau sudah di simpang empat. Apalagi kalau sedang balap dengan sesama angkot. Anda sebagai penumpang siap-siap sport jantung. Kalau sudah begitu lebih baik minta turun. Rugi ongkos tak mengapa daripada nanti celaka tidak sampai rumah. Sopir-sopir angkot Medan itu juga tidak bisa diingatkan. Kalau kita tegur agar mengurangi kecepatan mereka akan auto budeg.

 "Kejar setoran" adalah alasan klasik mereka. Padahal mereka sadar kalau menyerempet kendaraan lain harus keluar uang banyak untuk ganti rugi. Sesungguhnya mengejar setoran atau cari uang lebih untuk beli tuak atau sabu?

Tuak

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline