Lihat ke Halaman Asli

Tubagus Encep

TERVERIFIKASI

Andai Lampu Sein Ada di Kaki

Diperbarui: 10 Juli 2018   11:15

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Keren dan ada benarnya tulisan pak supir (gambar: vivanews.com)

Kalimat satir (yang ada benarnya) pada tulisan di bak belakang sebuah  truk dan kini menjadi viral di medsos sejatinya adalah kondisi sebenarnya cara dan etika berkendara kita, tidak hanya perempuan tapi juga lelaki pengendara, baik roda dua atau lebih.

Ucapan satir sopir tersebut memang juga tidak salah karena memang ada kecendrungan perempuan presentasinya lebih banyak dalam hal membuat bingung pengendara di depan/ di belakangnya saat mengendarai kendaraan. Sayangnya saya gak punya data akurat tentang itu.

Saya tidak akan membahas gender namun lebih kepada kemalasan kita semua dalam memaksimalkan penggunaan sein dalam berkendara. What wrong with Lampu sein?

Ini lampu sein bukan lampu teplok (gambar: huseinfahmi.blogspot.com

Menganggap remeh lampu sein.

Kehadiran lampu sein pada kendaraan adalah berfungsi memberi tanda (signal) pada kendaraan yang berada di depan atau di belakang saat kendaraan kita akan berbelok. Signal ini diharapkan dapat menghindarkan kita dari terjadinya tubrukan atau senggolan saat kita akan berbelok.

Remehnya pandangan kita terhadap pentingnya lampu sein membuat kita semua malas memfungsikan lampu sein saat berbelok atau yang lebih parah lagi membelokkan kendaraan ke arah kiri namun nyala lampu sein berada di kanan. Gokil.

1. Nyalakan lampu sein sebelum belok/manuver

Menyalakan lampu sein dengan tujuan dasar memberi sinyal tentu saja sebaiknya dilakukan sebelum kendaraan berbelok, karena menyalakanya saat pas berbelok hanya akan membuat kendaraan di depan/ di belakang kita kaget dan gugup untuk mengerem. Bisa jadi kita selamat namun lawan kita terjatuh atau menubruk kendaraan lain akibat manuver kita yang mendadak.

Sebaiknya kita menyalakan sein pada jarak 100-200 meter sebelum kita berbelok pada kondisi ramai lancar dan bolehlah 50 meter pada kondisi kendaraan padat merayap. Semuanya tentu saja bertujuan agar pengendara di depan atau di belakang tahu serta paham tujuan kendaraan kita.

2. Matikan segera lampu sein setelah berbelok/manuver

Anggapan remeh keberadaan lampu sein adalah dengan tidak segera mematikan lampu sein setelah kita melakukan belokan/manuver sehingga membuat pengendara lain menjadi bingung. 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline