Lihat ke Halaman Asli

Waspadai Hubungan Love Bombing Berupa Kasih Sayang Berkedok KDRT

Diperbarui: 14 Februari 2023   18:52

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Cinta (Sumber: https://pixabay.com/)

Setiap orang yang menjalani kehidupan ini pastinya memiliki banyak harapan yang selalu ingin direalisasikan salah satu contohnya yaitu memiliki pasangan. Bukti banyak orang berharap memiliki pasangan ada didalam menjalani kehidupan yaitu banyak orang yang mencari khususnya saat masih muda. Dimana pada saat masih muda tersebut gejolak asmara terhadap lawan jenis sedang berada ditinggi-tingginyanya membuat banyak kaum muda seperti membutuhkan belahan jiwanya. Sehingga tak heran jika banyak anak muda yang galau akibat cinta saat masih muda yang tidak tersampaikan.

Memang terkadang ketika anak muda tersebut memiliki pasangan hidup akan merasa sangat bangga sampai bahagia. Dimana ia berhasil mendapatkan pasangan lawan jenisnya dengan merayakan. Dimana perayaan yang dilakukan dari mulai makan sampai nonton bareng dengan pasangan pilihannya tersebut. Rasa senang akan kasmara dari cinta terhadap pasangannya lebih nyaman ketika saling memberikan balas membalas cinta yang diberikan. Dengan adanya perlakukan balasan membalas atas cinta yang saling diberikan oleh pasangan yang dipilihnya tersebut akan merasa saling disayang. Tetapi jika diberikan secara berlebihan akan menimbulkan sebuah hal yang kurang baik dikenal dengan nama love bombing.

Jika dipaparkan secara pengertian love bombing merupakan tindakan yang diberikan oleh pasangan berbentuk rasa kagum, perhatian, sampai kasih sayang diberikan secara berlebihan saat menjalani sebuah hubungan. Pemberian secara berlebihan oleh pasangan tersebut memiliki tujuan agar dapat dengan mudah memanipulasi pasangan yang menerimanya. Biasanya hasil manipulasi tersebut oleh pasangan yang memberikan love bombing akan dengan mudah melakukan mengontrol tindakan kepada pasangan yang menerima love bombing tersebut.

Kekerasan (Sumber https://pixabay.com/

Munculnya kontrol tindakan tersebut karena pasangan yang melakukan love bombing mengharapkan sebuah hubungan yang timbal balik. Dimana ketika salah satu pasangan memberikan sesuatu seperti perhatian, kasih sayang, dan lain-lain maka pasangan yang menerima harus dapat membalasnya dengan hal yang sama atau bahkan lebih besar. Akibat konsep tersebut hubungan pasangan yang menerima love bombing tersebut seakaan-akan memiliki tanggung jawab yang besar untuk membuat pasangan yang memberi love bombing tersebut selalu dituruti atas keinginannya. Hal yang lebih buruk lagi dalam hubungan love bombing pihak penerima love bombing akan dengan mudah dikuasai pikiran sampai hatinya. Sehingga ketika keinginannya tidak dituruti maka pihak pemberi love bombing tersebut tidak segan-segan untuk menghina sampai merendakan pasangannya jika tidak sesuai atas keinginannya. Maka kini timbul sebuah pertanyaan yang cukup simpel tapi mendasar yaitu:

Apa yang harus dilakukan jika terjebak dalam hubungan love bombing?

Seperti yang telah dijelaskan diatas bahwa tujuan akhir dari pasangan love bombing yaitu menanipulasi pasangannya agar mau dan mudah untuk dikendalikan. Sehingga pasanganya hanya bisa menuruti tanpa melawan walaupun terkadang membuatnya tidak nyaman. Jika sudah demikian maka dapat dikatakan bahwa cinta yang tulus dan suci dari sebuah pasangan belahan jiwa tersebut terjadi hanya karena adanya hasil manipulasi bukan dari berasal dari kebenaran. Sehingga cara yang cukup efektif jika sudah mulai terasa dalam hubungan love bombing yaitu adalah melepaskan diri dalam situasi hubungan tersebut dan mencari pasangan lainnya diluar sana.

Tentunya untuk dapat melepaskan dari hubungan love bombing akan sangat sulit. Ada dua faktor yang menyebabkan kesulitan melepaskan hubungan love bombing. Pertama karena pasangan tersebut akan diberikan rasa indah atas terjalinnya sebuah hubungan dari mulai pemberian kasih sayang sampai hal lain yang seolah-olah hubungan dijalaninya sangatlah ideal sehingga sayang untuk diakhiri. Kedua tertutupinya perlaku hubungan love bombing dengan dibalut seolah-olah pasangan tersebut sangat tulus kepada pasangan sebagai belahan jiwanya. Dengan dua faktor tersebut maka seseorang yang berada di hubungan love bombing akan merasa binggung untuk dapat mengakhiri hubungan yang sedang dijalaninya.

Waktu yang tepat dalam mengakhiri hubungan dengan pasangan perilaku hubungan love bombing adalah saat-saat masa PDKT. Pada masa PDKT tersebut pasangan yang melakukan hubungan love bombing biasanya akan membanjiri pasanganya setiap waktu dengan pujian untuk dapat menarik perhatian dan diterima dengan mudah oleh pasangannya. Tindakan manipulatif muncul pada hubungan love bombing pada saat terjadi sebuah pertengkaran atau saat putus. Saat terjadi hal tersebut pasangan hubungan love bombing akan menujukan sikap yang sangat dramatis sambil menujukan bahwa dirinya yang salah serta berjanji tidak akan mengulanginya dikemudian hari ketika diberikan kesempatan. Tentunya tujuan utama akan melakukan hal tersebut adalah agar pasangannya tidak akan mengakhiri hubungan love bombing yang sedang dijalani tersebut. Ketika pasangan tersebut tidak mengakhiri hubungan tersebut maka pasangan yang memberikan love bombing tersebut akan kembali ketabiat awal dan tidak akan mengubah perilakunya.

Tentunya terkadang tidak langsung menujukan tabiat seperti awal dan tidak mengubah perilakuknya tetapi terkadang dimulai terjadi hubungan yang penuh kasih yang membuat nyaman seperi pasangan ideal atas pemikiran banyak pasangan tanpa menyadari maksud dari perbuatan yang dilakukan. Tetapi jika sudah berada di jenjang hubungan dengan waktu cukup lama mulailah terjadi perubahan secara perlahan-lahan namun pasti. Dimana perubahan tersebut dimulai dengan pelaku hubungan love bombing akan menjadi semakin menuntut, mendominasi, sampai cemburuan yang membuat pasangan yang menerima love bombing menjadi kewalahan. Akibat kewalahan tersebut terkadang pasangan yang menerima love bombing akan melakukan penolakan tetapi akan dilawan oleh pelaku dengan mengingkit-ungkit akan segala hal yang telah diberikan pada korban hubungan love bombing. Sehingga pilihan yang dimiliki oleh korban love bombing hanyalah menerima dan menerima tanpa memiliki pilihan lainnya seperti menolak atau mengakhiri.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline